<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://hanifnurfauzi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Sep 2011 08:46:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hanifnurfauzi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hanifnurfauzi.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sekali Lagi… Saudaraku Kemanakah Dirimu yang Dahulu…??!!</title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/06/22/sekali-lagi%e2%80%a6-saudaraku-kemanakah-dirimu-yang-dahulu%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/06/22/sekali-lagi%e2%80%a6-saudaraku-kemanakah-dirimu-yang-dahulu%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 16:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanifnurfauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[“Boleh jadi seseorang merasa bahwa dirinya adalah seorang yang baik untuk saat ini, komitmen terhadap sunnah Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk sekarang ini. Namun bisakah dirinya menjamin bahwa dirinya akan terus seperti itu hingga ketetapan ajal mendatanginya. &#8230; <a href="http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/06/22/sekali-lagi%e2%80%a6-saudaraku-kemanakah-dirimu-yang-dahulu%e2%80%a6/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=302&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em><img class="alignnone" title="jam" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/06/jam.jpg" alt="jama" width="500" height="375" /></em></p>
<p align="center"><em>“Boleh jadi seseorang merasa bahwa dirinya adalah seorang yang baik untuk saat ini, </em><em>komitmen terhadap </em><em>sunnah Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam</em><em> untuk sekarang ini</em><em>. Namun bisakah dirinya menjamin bahwa dirinya akan terus seperti itu hingga ketetapan ajal mendatanginya. Renungkanlah wahai saudaraku…”</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span id="more-302"></span></span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Saudaraku, mengapa saat ini dirimu seperti ini&#8230;?</span></strong><em></em></p>
<p>Sebuah kisah nyata telah disaksikan oleh kedua mata ini. Sebuah kenyataan telah terdengar langsung oleh kedua telinga ini. Tersebut seorang pemuda, mahasiswa yang dahulu semangat menuntut ilmu agama, melazimi sunnah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, ujung bawah celana di atas kedua mata kaki, berjenggot walaupun memang jenggotnya tumbuh tidak lebat. Dirinya adalah seorang panitia kajian-kajian sunnah yang terselenggara. <em>Subhaanallah</em>&#8230;</p>
<p>Namun, beberapa waktu silam, bertemu dengannya, bukanlah rasa rindu yang muncul dalam hati ini. Rasa rindu yang tertumpuk, semuanya luluh sudah karena melihat keadaan yang ada. Semua rindu berganti menjadi kekecewaan, kesedihan bercampur dengan ketidakpercayaan. Saudaraku yang dahulu berubah menjadi seperti ini&#8230;?!! Celana mulai menyapu bumi, jenggot entah kemana, di kajian juga jarang sekali terlihat, tidak pernah tampak lagi mengurus dakwah. Kemanakah semangat yang menggebu yang dahulu.</p>
<p>Aku merasa aneh dan aku bertanya dalam hati, <strong>kemanakah dirimu yang dahulu wahai saudaraku&#8230;? </strong>Sedahsyat ini kah fitnah yang ada&#8230;??!!<strong> </strong><em>Allahul musta’an wa nas’aluhu assalaamah wal aafiyah</em>.</p>
<p>Dunia ini sungguh cepat merubah seseorang, baik syubhatnya ataupun syahwatnya. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p align="right"><strong>بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا وَيُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ أَحَدُهُمْ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا</strong></p>
<p><em>“Bersegeralah beramal sholeh sebelum datangnya fitnah. Fitnah yang bagaikan potongan malam yang gelap. Fitnah yang bisa membuat seorang yang beriman di pagi hari menjadi kafir di sore harinya, atau seorang yang beriman di sore hari menjadi kafir di pagi hari. </em><em>Dia </em><em>rela </em><em>menukar agamanya dengan sedikit perbendaharaan dunia.” (hadits riwayat Tirmidzi dari shahabat Abu Hurairah)</em></p>
<p><em>…</em></p>
<p align="center"><em>Saudaraku, memang saya belum merasakan apa yang </em><em>menimpa dirimu</em><em>. Entah apa yang menimpa dirimu</em><em> </em><em>di luar sana</em><em>&#8230; Saya pun kurang mengerti&#8230; Saya pun juga tidak bisa menjamin bahwa diri ini akan selamat dari apa yang menimpa dirimu&#8230; hanya kepada Allah kita berlindung dari segala macam keburukan….di dunia dan akhirat&#8230;</em></p>
<p align="center"><em>Saudaraku, izinkanlah aku menulis sebuah tulisan, sebuah tulisan yang tidak terlalu panjang dan isinya pun mungkin sudah sering engkau dengarkan&#8230; Besar harapan ku engkau tidak bosan&#8230; Besar harapanku di dalam hatimu masih tertanam cahaya iman&#8230; Cahaya keimanan yang membuat manusia menerima setiap peringatan&#8230; Saudaraku, dengarkanlah Allah Ta’ala telah berfirman, </em></p>
<p align="center"><strong>وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ</strong></p>
<p align="center"><em> “Dan berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi mereka orang-orang yang beriman” (QS. Adz Dzariyat : 55)</em><em></em></p>
<p align="center"><strong><em><span style="text-decoration:underline;"> </span></em></strong></p>
<p align="center"><em>Sungguh betapa sayang Allah Ta’ala kepada kita…</em></p>
<p align="center"><em>Allah telah mengenalkan dan mengilhamkan hidayah sunnah ini di dalam dada…</em></p>
<p align="center"><em>Sementara sangat banyak orang yang tidak mendapatkannya…</em></p>
<p align="center"><em>Sampai seorang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak kuasa mengilhamkan hidayah Islam ke dalam hati pamannya…  </em></p>
<p align="center"><em>Akankah kita buang kesempatan ini sia-sia…</em></p>
<p align="center"><em>Tidak wahai saudaraku, kita harus pertahankan semua ini hingga kita berpisah dengan dunia…</em></p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;"> </span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Al Istiqomah</span></em></strong></p>
<p>Istiqomah sebuah kata yang ringkas, sarat makna dan mengandung keutamaan yang sangat  agung, namun sangat berat dipraktekkan. Allah <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL"><strong>إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (13) أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (14)</strong><strong></strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka istiqomah dengan perkataannya tersebut, maka tidak ada ketakutan bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka itulah para penduduk surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan”</em> (QS. Al Ahqaaf : 13 &#8211; 14)</p>
<p>Di dalam ayat di atas, yang dimaksud dengan “<em>tidak ada ketakutan bagi mereka</em>” adalah rasa kekhawatiran terhadap perkara-perkara buruk yang akan datang di kemudian hari. Sedangkan yang dimaksud dengan “<em>tidak pula mereka bersedih hati</em>” adalah  kesedihan terhadap keburukan yang terjadi di masa-masa yang lalu. (<em>Taisir Karimirrahman, Syaikh As Sa’diy</em>)</p>
<p>Seorang shahabat Rasulullah, bernama Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdullah <em>radhiyallahu &#8216;anhu </em>berkata kepada Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> :</p>
<p align="right"><strong>يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِى فِى الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ</strong></p>
<p>“<em>Wahai Rasulullah, katakanlah kepada saya sebuah perkataan dalam ajaran agama Islam yang aku tidak akan bertanya lagi kepada selain engkau”.</em>Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menjawab :</em></p>
<p align="right"><strong>قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ</strong></p>
<p><em>“</em><strong><em>Katakanlah : Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah di atas perkataan tersebut</em></strong><em>” (hadits riwayat Muslim, dalam Kitabul Iman)</em></p>
<p><em>Istiqomah</em> adalah senantiasa menempuh jalan yang lurus. Inilah jalan agama Allah, tidak berpaling ke kanan ataupun ke kiri. <em>Istiqomah</em> dicerminkan dengan senantiasa melakukan berbagai ketaatan kepada Allah dan meninggalkan berbagai larangan-larangan-Nya (<em>Lihat Riyadhus Shalaihin dan</em> <em>Jami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>). Besarnya ganjaran yang Allah janjikan bagi orang-orang yang mampu istiqomah, menunjukkan betapa sulitnya orang mempraktekkan nilai istiqomah di dalam setiap waktu dalam hidupnya.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Allah <em>ta’ala</em></span></strong><strong><em></em></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"> akan Menjaga Hamba-nya yang Ikhlas</span></strong></p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> tidak akan mendzalimi hamba-Nya sedikit pun. Balasan bagi orang yang berbuat kebaikan adalah kebaikan setelahnya dan balasan orang yang berbuat keburukan adalah keburukan yang setelahnya. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda dalam hadits qudsi, menyampaikan firman Allah <em>Ta’ala,</em></p>
<p align="right"><strong>يا عبادي </strong><strong> </strong><strong>إنَّما هِيَ أَعمالُكُم أُحْصِيها لَكُمْ ، ثمَّ أُوفِّيكُم إيَّاها ، فَمَنْ وجَدَ خَيراً ، فليَحْمَدِ الله ، ومَنْ وَجَد غيرَ ذلكَ ، فَلا يَلومَنَّ إلاَّ نَفسَه</strong></p>
<p><em>“Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya itu lah amalan-amalan kalian.</em><em> </em><em>Aku mencatat semuanya untuk kalian, kemudian Aku lah yang akan memberikan balasannya. Barang siapa yang mendapatkan balasan dari Allah berupa kebaikan, maka hendaklah dia memuji dan bersyukur kepada Allah. Dan barang siapa yang mendapatkan balasan selain dari itu (yaitu berupa keburukan), maka janganlah sekali-kali dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.” (hadits riwayat Muslim)</em></p>
<p>Barangsiapa yang menjumpai balasan dari Allah atas amalan-amalan yang dia kerjakan adalah keburukan, hendaklah dirinya mengkoreksi apa yang salah dari amalan yang dia kerjakan. Jujurlah pada diri sendiri. Dakwah yang selama ini dia berjuang di atasnya, hafalan Al Quran yang selama ini dia rutinkan setiap ba’da sholat fardhu, sholat sunnah yang selama ini dia tegakkan, artikel-artikel Islam yang selama ini dia tulis kemudian disebarkan kepada kaum muslimin, benarkah semuanya ikhlas karena Allah <em>subhaanahu wa ta’ala. </em>Jujurlah wahai saudaraku, diri ini terlalu kasihan untuk terus dibohongi….</p>
<p>Allah akan terus menjaga orang-orang yang benar-benar dengan ikhlas menjaga Allah <em>Ta’ala. </em>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> berpesan kepada Abdullah bin Abbas <em>radhiyallahu &#8216;anhu,</em></p>
<p align="right"><strong>يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ</strong><strong></strong></p>
<p><em>“Wahai anak kecil, sungguh aku ingin mengajarkan kepadamu beberapa hal, Jagalah (agama) Allah, niscaya Allah akan menjaga dirimu, Jagalah Allah, niscaya engkau akan temui Dia di hadapanmu ” (hadits riwayat Tirmidzi)</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Renungan &#8230;.bagaimanakah akhir kehidupan kita&#8230;?</span></strong></p>
<p>Kata orang, lebih baik menjadi mantan preman dari pada mantan penuntut ilmu. Renungkanlah sabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>,</p>
<p align="right"><strong>إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung dengan akhirnya”</em> (hadits riwayat Bukhari). Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>juga telah bersabda,</p>
<p align="right"><strong>إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا</strong><strong></strong></p>
<p>“<em>&#8230; Sesungguhnya ada salah seorang di antara kalian, yang dia beramal dengan amalan penduduk surga, sampai jarak orang tersebut dengan surga Allah mencapai satu jengkal saja. Akan tetapi ketetapan Allah telah mendahuluinya. Kemudian dia beramal dengan amalan penduduk neraka, kemudian dia masuk neraka. Dan sungguh ada salah seorang di antara kalian yang dia beramal dengan amalan penduduk neraka, sampai jarak orang tersebut dengan neraka Allah hanya mencapai satu jengkal saja. Akan tetapi ketetapan Allah telah mendahuluinya. Kemudian dia beramal dengan amalan penduduk surga, kemudian dia masuk ke dalam surga Allah&#8230;</em>” (hadits riwayat Bukhari &#8211; Muslim)</p>
<p>Siapa yang bisa menjamin diri kita ini akan terus berada di atas jalan Allah dan Rasul-Nya <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> hingga akhir kehidupan kita. Sementara kita tidak tahu kapankan kita mengakhiri kehidupan ini.</p>
<p>Para ulama <em>salafush sholeh</em>, dengan kebesaran dan keutamaan mereka, mereka sangat takut dengan apa yang disebut dengan <em>su’ul khatimah </em>(akhir kehidupan yang buruk). Salah satunya, telah diriwayatkan bahwa salah seorang shahabat menangis tatkala menjelang kematiannya. Kemudian dia ditanya mengapa engkau menangis. Kemudianshahabat tersebut menjawab, <em>“Sesungguhnya Allah telah menetapkan ketetapan atas para hamba-Nya, sebagian diantara mereka berada di dalam surga, dan sebagian lainnya di dalam neraka. Sementara aku aku tidak tahu, aku ini termasuk golongan yang mana..???”</em> (<em>Jami’ul Ulum wal Hikam</em>, <em>Daar Ibnul Jauzi,</em> <em>halaman</em> <em>116</em>).</p>
<p>Kalau itu yang menjadi kekhwatiran seorang manusia yang utama (salah seorang shahabat), di suatu zaman kehidupan yang utama (zaman hidup para shahabat), lantas bagaimana seharusnya kita bersikap dengan diri yang sangat lemah, di suatu zaman kehidupan yang penuh dengan fitnah…</p>
<p>Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi diri yang sangat lemah ini.</p>
<p align="right"><strong>يَامُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ</strong></p>
<p><em>“Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati</em><em> ku </em><em>di atas agama-Mu”</em></p>
<p>[Abu Fauzan Hanif Nur Fauzi, mejidpogungraya]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=302&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/06/22/sekali-lagi%e2%80%a6-saudaraku-kemanakah-dirimu-yang-dahulu%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/serene-nature-walk-trail1.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/serene-nature-walk-trail1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">serene-nature-walk-trail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38b84379ae44b23cf3a89161f2a7a935?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifnurfauzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.kompasiana.com/files/2010/06/jam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan Menghadapi Kematian</title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/06/20/renungan-menghadapi-kematian/</link>
		<comments>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/06/20/renungan-menghadapi-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 01:13:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanifnurfauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[“Seandainya kematian merupakan tempat peristirahatan yang tenang dari seluruh keluh kesah hidup manusia di dunia&#8230; niscaya kematian merupakan suatu kabar gembira yang dinanti-natikan bagi setiap insan&#8230; Akan tetapi kenyataannya berbeda&#8230; setelah kematian itu ada pertanggung jawaban dan ada kehidupan&#8230;” Kematian &#8230; <a href="http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/06/20/renungan-menghadapi-kematian/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=296&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img class="alignnone" title="malam" src="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/06/a_dark_starry_night_wallpaper_by_s3vendays.jpg?w=320&#038;h=256" alt="" width="320" height="256" /></p>
<p align="center">“<em>Seandainya kematian merupakan tempat peristirahatan yang tenang dari seluruh keluh kesah hidup manusia di dunia&#8230; niscaya kematian merupakan suatu kabar gembira yang dinanti-natikan bagi setiap insan&#8230; Akan tetapi kenyataannya berbeda&#8230; setelah kematian itu ada pertanggung jawaban dan ada kehidupan&#8230;”</em></p>
<p><span id="more-296"></span><strong>Kematian Adalah Kepastian</strong></p>
<p>Betapa banyak berita kematian yang sampai di telinga kita, mungkin mengkhabarkan bahwa tetangga kita, kerabat kita, saudara kita atau teman kita telah meninggal dunia, menghadap Allah <em>Ta’ala</em>. Akan tetapi betapa sedikit dari diri kita yang mampu mengambil pelajaran dari kenyataan tersebut. Saudaraku, kita tidak memungkiri bahwa datangnya kematian itu adalah pasti. Tidak ada manusia yang hidup abadi. Realita telah membuktikannya. Allah <em>Ta’ala</em> telah berfirman.</p>
<p><em>“Setiap jiwa pasti akan mengalami kematian, dan kelak pada hari kiamat saja lah balasan atas pahalamu akan disempurnakan, barang siapa yang dijauhkan oleh Allah Ta’ala dari neraka dan dimasukkan oleh Allah Ta’ala ke dalam surga, sungguh dia adalah orang yang beruntung (sukses).” (QS. Ali Imran : 185)</em></p>
<p>Allah <em>Ta’ala </em>juga telah berfirman,</p>
<p><em>“Katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya pasti akan mendatangi kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang nampak, kemudian Allah Ta’ala akan memberitahukan kepada kalian setiap amalan yang dahulu kalian pernah kerjakan.” (QS. Al Jumu’ah : <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Saudaraku, kematian itu milik setiap manusia. Semuanya akan menjumpai kematian pada saatnya. Entah di belahan bumi mana kah manusia itu berada, entah bagaimanapun keadaanya, laki-laki atau perempuan kah, kaya atau miskin kah, tua atau muda kah, semuanya akan mati jika sudah tiba saatnya. Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p><em>“Dan bagi tiap-tiap jiwa sudah ditetapkan waktu (kematiannya), jika telah tiba waktu kematian, tidak akan bisa mereka mengundurkannya ataupun mempercepat,meskipun hanya sesaat” (QS. Al A’raf :34)</em></p>
<p>Saudaraku, silakan berlindung di tempat manapun, tempat yang sekiranya adalah tempat paling aman menjadi persembunyian. Mungkin kita bisa lari dari kejaran musuh, selamat dari kejaran binatang buas, lolos dari kepungan bencana alam. Namun, kematian itu tetap akan menjemput diri kita, jika Allah <em>Ta’ala </em>sudah menetapkan. Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p><em>“Dan dimanapun kalian berada, niscaya kematian itu akan mendatangi kalian, meskipun kalian berlindung di balik benteng yang sangat kokoh.” (QS. An Nisa : 78)</em></p>
<p><strong>Kematian Adalah Rahasia Sang Pencipta</strong></p>
<p>Kematian manusia sudah Allah <em>Ta’ala </em>tetapkan atas setiap hamba-Nya sejak awal penciptaan manusia. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya proses penciptaan manusia di dalam perut ibu, berlangsung selama 40 hari dalam bentuk air mani, kemudian menjadi segumpal darah yang menggantung selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging  selama 40 hari juga. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh pada janin tersebut, dan diperintahkan untuk mencatat empat ketetapan : <strong>rezekinya, kematiannya, amalannya, dan akhir kehidupannya, menjadi orang bahagia ataukah orang yang celaka&#8230;.</strong>” (HR. Bukhari dan Muslim)</em></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> telah berfirman,</p>
<p><em>“Sesungguhnya di sisi Allah sajalah pengetahuan tentang (kapankah) datangnya hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan air hujan, dan Dia lah yang mengetahui tentang apa yang ada di dalam rahim, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan esok hari<strong>, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi manakah dia akan mati..</strong>” (QS. Luqman : 34) </em></p>
<p>Saudaraku, jika kita tidak tahu di bumi manakah kita akan mati, di waktu kapan kah kita akan meninggal, dan dengan cara apakah kita akan mengakhiri kehidupan dunia ini, masih kah kita merasa aman dari intaian kematian&#8230;? Siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa menghirup segarnya udara pagi esok hari&#8230;? Siapa yang bisa menjamin kita bisa tertawa esok hari&#8230;? Atau&#8230;. siapa tahu sebentar lagi giliran kematian Anda wahai Saudaraku&#8230;</p>
<p>Di manakah saudara-saudara kita yang telah meninggal saat ini&#8230;? Yang beberapa waktu silam masih sempat tertawa dan bercanda bersama kita&#8230;Saat ini mereka sendiri di tengah gelapnya himpitan kuburan&#8230; Berbahagialah mereka yang meninggal dengan membawa amalan sholeh&#8230; dan sungguh celaka mereka yang meninggal dengan membawa dosa dan kemaksiatan&#8230;</p>
<p><strong>Faidah Mengingat Kematian</strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan dunia”. Kemudian para shahabat bertanya. “Wahai Rasulullah apakah itu pemutus kelezatan dunia?” Kemudian Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menjawab, “Kematian”(HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, hadits dari shahabat Abu Hurairah)</em></p>
<p>Ad Daqaaq <em>rahimahullahu </em>mengatakan, “<em>Barangsiapa yang banyak mengingat kematian, maka akan dianugerahi oleh Allah tiga keutamaan, [1] bersegera dalam bertaubat, [2] giat dan semangat dalam beribadah kepada Allah, [3] rasa qana’ah dalam hati (menerima setiap pemberian Allah)”(Al Qiyamah Ash Shugra, Syaikh Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar)</em></p>
<p><em><span style="text-decoration:underline;">[Bersegera dalam Bertaubat]</span></em></p>
<p>Sudah dapat dipastikan bahwa manusia adalah makhluk yang banyak dosa dan kemaksiatan. Seorang manusia yang banyak mengingat kematian, dirinya sadar bahwa kematian senantiasa mengintai. Dia tidak ingin menghadap Allah <em>Ta’ala </em>dengan membawa setumpuk dosa yang akan mendatangkan kemurkaan Allah <em>Ta’ala.</em> Dia akan sesegera mungkin bertaubat atas dosa dan kesalahannya, kembali kepada Allah <em>Ta’ala. </em>Allah telah berfirman,</p>
<p><em>“Sesungguhnya taubat di sisi Allah <strong>hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan keburukan dikarenakan kebodohannya, kemudian mereka bertaubat dengan segera</strong>, maka mereka itulah yang diterima taubatnya oleh Allah, dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana” (QS. An Nisa : 17)</em></p>
<p>Maksud dari berbuat keburukan karena kebodohan dalam ayat di atas, bukanlah kebodohan seorang yang tidak mengetahui sama sekali bahwa apa yang dia kerjakan merupakan sebuah keburukan. Orang yang berbuat buruk dan tidak mengetahui sama sekali tidak akan dihukum oleh Allah. Akan tetapi yang dimaksud kebodohan di sini adalah seseorang yang mengetahui bahwa apa yang dia lakukan adalah keburukan, namun dia tetap saja melakukannya lantaran dirinya dikuasai oleh hawa nafsu. Inilah makna kebodohan dalam ayat di atas. (<em>Syarah Qowaidul Arba’ Syaikh Sholeh Fauzan</em>).</p>
<p>Allah <em>Ta’ala </em>berfirman, <em>“Dan bersegeralah menuju ampunan dari Rabb kalian dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang telah dipersiapkan (oleh Allah) bagi orang-orang ynag bertaqwa” (QS. Ali Imran : 133)</em></p>
<p><em><span style="text-decoration:underline;">[Giat dan Semangat dalam Beribadah kepada Allah]</span></em></p>
<p>Seorang yang banyak mengingat kematian, akan senantiasa memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah <em>Ta’ala. </em>Suatu ketika Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda kepada Abdullah Ibnu Umar <em>radhiyallahu &#8216;anhuma, “Jadilah engkau di dunia ini bagaikan seorang yang asing atau seorang yang sedang menempuh perjalanan yang jauh”, </em>mendengar sabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> ini, lantas Abdullah ibnu Umar berkata, <em>“Jika engkau berada di sore hari jangan engkau tunggu datangnya pagi hari, jika engkau berada di pagi hari jangan engkau tunggu datangnya sore hari, pergunakanlah waktu sehatmu (dalam ketaatan kepada Allah) sebelum datangnya waktu sakitmu, dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum kematian datang menjemputmu.”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>[<em><span style="text-decoration:underline;">Rasa Qana’ah di Dalam Hati</span></em>]</p>
<p>Allah <em>Ta’ala </em>akan menanamkan rasa qana’ah di dalam hati seseorang yang banyak mengingat kematian. Rasa qana’ah yang membuat seseorang merasa cukup terhadap setiap pemberian Allah <em>Ta’ala, </em>bagaimanapun dan berapa pun pemberian Allah. Suatu saat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah menyampaikan nasehat kepada Abu Dzar. Abu Dzar berkata,</p>
<p>“<em>Kekasihku yakni Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah tujuh perkara padaku, (di antaranya): Beliau memerintahkanku agar mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka, dan beliau memerintahkan aku agar melihat orang yang berada di bawahku (dalam masalah harta dan dunia), juga supaya aku tidak memperhatikan orang yang berada di atasku. &#8230;” </em><em>(HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)</em><em></em></p>
<p>Seseorang yang banyak mengingat kematian, meyakini bahwa segala pemberian Allah dari perbendaharaan dunia adalah titipan dari Allah. Seluruhnya akan diambil kembali oleh Allah, dan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah <em>Ta’ala</em> atas seluruh pemberian tersebut<em>. Nas’alullaha al afiyah.</em></p>
<p><strong>Kehidupan setelah Kematian</strong></p>
<p>“Saudaraku, seandainya kematian merupakan tempat peristirahatan yang tenang dari seluruh keluh kesah hidup manusia di dunia&#8230; niscaya kematian merupakan suatu kabar gembira yang dinanti-natikan bagi setiap manusia&#8230; Akan tetapi kenyataannya berbeda&#8230; setelah kematian itu ada pertanggung jawaban dan ada kehidupan&#8230; kehidupan yang sebenarnya&#8230;”</p>
<p>Diantara keimanan kepada hari kiamat adalah meyakini bahwa setelah kematian ini ada kehidupan. Semuanya akan berlanjut ke alam kubur kemudian ke alam akhirat. Di sana ada pengadilan Allah <em>Ta’ala</em> yang Maha Adil. Semua manusia akan diadili, mempertanggungjawabkan setiap amalan yang dia perbuat. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p><em>“Barangsiapa yang berbuat kebaikan meskipun sekecil biji dzarah, niscaya dia akan melihat hasilnya, dan barang siapa yang berbuat keburukan meskipun sekecil biji dzarah, niscaya dia akan melihat akibatnya”</em> (QS. Al Zalzalah: 7-8)</p>
<p>Terakhir Saudaraku, jadilah orang yang cerdas. Orang yang cerdas dalam memandang hakikat kehidupan di dunia ini. Abdullah Ibnu Umar dia pernah berkata<em>, &#8216;Aku bersama Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, lalu seorang laki-laki Anshar datang kepada beliau, kemudian mengucapkan salam kepada beliau, lalu dia berkata, &#8216;Wahai Rasulullah, manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?&#8217;. </em><em>Beliau menjawab, &#8216;Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.&#8217; Dia berkata lag</em><em>i</em><em>, &#8216;Manakah di antara kaum mukminin yang paling </em><em>cerdas</em><em>?&#8217;. Beliau menjawab, &#8216;<strong>Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang </strong></em><strong><em>cerdas</em></strong><em>.&#8217;</em>” (HR. Ibnu Majah)</p>
<p>Semoga bermanfaat. <em>Allahul Muwaffiq</em> <em>ila Aqwamit Thariq</em></p>
<p>[Hanif Nur Fauzi]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=296&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/06/20/renungan-menghadapi-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/01/sajadah-ervakurniawanwordpresscom.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/01/sajadah-ervakurniawanwordpresscom.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sajadah-ervakurniawanwordpresscom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38b84379ae44b23cf3a89161f2a7a935?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifnurfauzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/06/a_dark_starry_night_wallpaper_by_s3vendays.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">malam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kajian TI3A LANDASAN UTAMA</title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/03/07/kajian-ti3a-landasan-utama/</link>
		<comments>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/03/07/kajian-ti3a-landasan-utama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 15:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanifnurfauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[kajian baru&#8230;rutin lagi&#8230; dibaca ya&#8230;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=291&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kajian baru&#8230;rutin lagi&#8230; dibaca ya&#8230;.<a href="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/03/kajian-mpr.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-292" title="KAJIAN MPR" src="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/03/kajian-mpr.jpg?w=195&#038;h=300" alt="" width="195" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=291&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/03/07/kajian-ti3a-landasan-utama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/03/kajian-mpr.jpg?w=97" />
		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/03/kajian-mpr.jpg?w=97" medium="image">
			<media:title type="html">KAJIAN MPR</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38b84379ae44b23cf3a89161f2a7a935?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifnurfauzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/03/kajian-mpr.jpg?w=195" medium="image">
			<media:title type="html">KAJIAN MPR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saudaraku&#8230; Apa yang Anda Cari&#8230;?</title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/02/23/saudaraku-apa-yang-anda-cari/</link>
		<comments>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/02/23/saudaraku-apa-yang-anda-cari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 00:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanifnurfauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[“Iya&#8230;kami memang bukan siapa-siapa. Kami bukanlah seorang yang berilmu, bukan pula seorang ustadz. Bahkan Anda mungkin jauh lebih berilmu dibandingkan kami, jauh lebih bertaqwa dibandingkan kami&#8230;Namun izinkanlah kami menyampaikan yang sedikit ini, sebuah nasehat bagi diri kami sendiri&#8230; Semoga saja &#8230; <a href="http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/02/23/saudaraku-apa-yang-anda-cari/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=284&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="journey" src="http://static.flickr.com/51/119445263_f1dfd1f8d2.jpg" alt="" width="500" height="313" /></p>
<p><em>“Iya&#8230;kami memang bukan siapa-siapa. Kami bukanlah seorang yang berilmu, bukan pula seorang ustadz. Bahkan Anda mungkin jauh lebih berilmu dibandingkan kami, jauh lebih bertaqwa dibandingkan kami&#8230;Namun izinkanlah kami menyampaikan yang sedikit ini, sebuah nasehat bagi diri kami sendiri&#8230; Semoga saja bisa diambil manfaatnya&#8230;”</em></p>
<p><em><span id="more-284"></span><br />
</em></p>
<p><strong>Mensyukuri Nikmat Allah <em>Ta’ala</em>..</strong></p>
<p>Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita seperti sekarang ini. Kita bisa menjadi diri kita seperti saat, tidak lain adalah semata-mata karena nikmat dan pemberian dari Sang Pencipta, Allah <em>Ta’ala.</em> Betapa nikmat Allah <em>Ta’ala </em>memenuhi diri kita. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p><strong>وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ</strong></p>
<p><em>“Jika engkau ingin menghitung nikmat Allah, niscaya Engkau tidak akan bisa, Dan sungguh manusia sangat dzalim dan ingkar” (QS. Ibrahim: 34)</em></p>
<p>Setiap hari, setiap jam, setiap menit atau bahkan setiap detik, nikmat dan rahmat Allah <em>Ta’ala </em>turun kepada diri kita, meliputi diri kita. Bukankah oksigen yang kita selalu bernafas dengannya, selalu kita dapatkan secara cuma-cuma? Jantung kita bisa berdetak, mengirimkan darah ke seluruh badan kita, pembuluh darah kita, paru-paru, ginjal dan yang lain sebagainya, bukankah itu semuanya bekerja tanpa kehendak kita? Siapakah yang menggerakkan itu semua untuk kita&#8230; Ini merupakan karunia dari Allah <em>Ta’ala.</em></p>
<p>Saudaraku&#8230;pernahkah kita menyadari ada kenikmatana yang jauuuuh lebih besar dari itu semua, yaitu kenikmatan seorang manusia diberi taufiq oleh Allah, sehingga bisa merasakan lezatnya keimanan kepada Allah, bisa merasakan manisnya ibadah kepada Allah <em>Ta’ala.</em> Sungguh inilah sebesar-besar kenikmatan. Karena hanya dengan inilah manusia bisa bahagia di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Sudahkah kita mensyukuri nikmat-nikmat Allah tersebut&#8230; atau justru kita selama ini tidak sadar bahwa itu semua datang dari Allah <em>Ta’ala&#8230; </em>Inilah sebab mengapa Allah menutup ayat di atas dengan firman-Nya (yang artinya) : “<em>Dan sungguh manusia sangat dzalim dan ingkar”</em>. Manusia sering kali lalai dan lupa bersyukur kepada Dzat Yang Maha Pengasih, Allah <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala.</em> <em> </em></p>
<p><strong>Kemanakah Arah Perjalanan Hidup Ini&#8230;?</strong></p>
<p>Saudaraku&#8230;Sudah lama ya rasanya kita hidup di muka bumi ini. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Bahkan ada di antara kita yang justru merayakan penambahan usianya dengan acara pesta hura-hura, tiup lilin, acara senang-senang dan lain sebagainya.</p>
<p>Pernahkah kita menyadari bahwa semakin bertambah usia kita semakin berkurang pula jatah waktu kita hidup di dunia ini, dan dengan itu semakin kita mendekati hari-hari perpisahan dengan dunia ini. Ali bin Abi Thalib <em>radhiyallahu &#8216;anhu </em>berkata : <em>“Hari-hari dunia ini semakin lama semakin meninggalkan kita. Hari-hari akhirat semakin lama semakin menanti di hadapan kita, setiap darinya memiliki anak, maka jadilah engkau anak-anak akhiratdan jangan menjadi anak-anak dunia, karena sesungguhnya hari ini adalah hari beramal dan tidak ada penghisaban, dan besok (hari kiamat) adalah hari penghisaban dan tidak ada lagi hari beramal” (HR. Bukhari)</em><em> </em></p>
<p>Sadarilah, bahwa tidak mungkin kita akan tinggal selama-lamanya di muka bumi ini. Lihatlah di sekeliling kita, satu persatu orang-orang terdekat kita meninggalkan diri kita. Sudah sering kita mendengar berita lelayu, si A telah meninggal dunia, si B telah meninggal dunia. Namun sungguh sangat sedikit di antara kita yang bisa mengambil pelajaran dari itu semua.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> telah<em> </em>berfirman,</p>
<p><strong>كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ</strong></p>
<p><em>“Setiap jiwa pasti akan menjumpai kematian” (QS. Ali Imran : 185)</em></p>
<p>Marilah kita renungkan sabda Rasulullah<strong> </strong><em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>,</p>
<p><strong>مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا</strong><em> </em></p>
<p><em>“Apa urusan ku dengan dunia ini? Sesungguhnya permisalanku dengan dunia adalah bagaikan seorang penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon, kemudian beristirahat di sana, kemudian dia  pergi meninggalkan pohon tersebut.” </em></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> pun juga telah bersabda,</p>
<p><strong>كُنْ فِى الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ</strong></p>
<p><em>“Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah engkau adalah seorang asing atau seperti orang yang sedang menempuh perjalanan”(HR. Bukhari)</em></p>
<p><em>Saudaraku&#8230; </em></p>
<p><em>Seluruh alam ini berjalan menuju Allah Ta’ala&#8230; Semua manusia akan menghadap Allah Ta’ala&#8230; </em></p>
<p><em>Di dunia ini kita hanya singgah&#8230; singgah hanya tuk waktu yang sementara&#8230; </em></p>
<p><em>Bukan di sini kampung dan negri kita&#8230; dunia ini hanya sementara&#8230; </em></p>
<p><em>Akhirat adalah kekal selama-lamanya&#8230; itulah kampung kita, kampung akhirat&#8230;</em></p>
<p><em>Apakah kita akan mati-matian mengejar yang sementara, sedangkan kita lalai dengan yang selama-lamanya?</em></p>
<p><em>Jika iya&#8230;Sungguh betapa malangnya diri kita&#8230;</em></p>
<p><strong>عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ</strong><strong> </strong></p>
<p>“<em>Dari Ibnu Umar, dia berkata, &#8216;Aku bersama Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam , lalu seorang laki-laki Anshar datang kepada beliau, kemudian mengucapkan salam kepada beliau, lalu dia berkata, &#8216;Wahai Rasulullah, manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?&#8217;. Beliau menjawab, &#8216;Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.&#8217; Dia berkata lag</em><em>i</em><em>, &#8216;Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?&#8217;. Beliau menjawab, &#8216;<strong>Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdik</strong>.&#8217;</em>” (HR. Ibnu Majah)</p>
<p><strong>Berbekallah&#8230; dengan Ilmu yang Bermanfaat dan Amalan Sholeh&#8230;</strong></p>
<p>Seluruh perbendaharaan dunia ini akan kita tinggal. Sebanyak apapun&#8230; Lihatlah Qarun&#8230; Siapakah diantara kita yang lebih kaya dibandingkan Qarun&#8230; Bermanfaatkah seluruh hartanya itu bagi dirinya&#8230; Lihatlah Firaun&#8230; orang yang paling berkuasa di zamannya&#8230; manusia di zaman itu tunduk kepada setiap perintahnya&#8230; yang dengan kesombongan dan keangkuhannya dia peritahkan manusia untuk menyembah dirinya&#8230; Bermanfaatkah kekuasaan itu bagi dirinya&#8230; Tidakkah kita bisa mengambil pelajaran&#8230;???</p>
<p>Sungguh&#8230; Tidak ada yang bemanfaat bagi kehidupan akhirat kita melainkan ilmu dan amal sholeh.</p>
<p>Allah <em>Ta&#8217;ala</em> berfirman,</p>
<p><strong>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلآ أَوْلاَدُكُمْ عَن ذِكْرِ اللهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ  وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْ لآ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ  وَلَن يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا وَاللهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari </em><em>mengingat</em><em> Allah. Barangsiapa melakukan demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, &#8216;Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.&#8217; Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.</em>” (Qs. al-Munafiqun: 9-11).</p>
<p><em> </em><em>Sesungguhnya malam dan siang adalah tempat persinggahan manusia sampai dia berada pada akhir perjalanannya. Jika engkau mampu menyediakan bekal di setiap tempat persinggahanmu, maka lakukanlah. Berakhirnya safar boleh jadi dalam waktu dekat. Namun, perkara akhirat lebih segera daripada itu. Persiapkanlah perjalananmu (menuju negeri akhirat). Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Tetapi ingat, kematian itu datangnya tiba-tiba. </em><em>(</em><em>Kam Madho Min ‘Umrika</em>?,<em> Syaikh Abdurrahman As Suhaim)</em><em> </em></p>
<p><em>Sebelum datang waktu kematian diri kita&#8230; sebelum datang waktu penyesalan&#8230; hari-hari akhirat&#8230; itulah hari yang tidak lagi bermanfaat seluruh harta dan anak keturunan&#8230; </em></p>
<p><em>Selagi Allah masih berikan kesempatan bagi diri kita&#8230; kita perbanyak bekal untuk hari-hari yang kekal&#8230;dengan ilmu yang bermanfaat dan amalan sholeh&#8230;</em></p>
<p><em>Kembalilah ke jalan Allah Ta’ala&#8230; jika hari-hari kita yang telah lalu dipenuhi dosa dan kesalahan&#8230; biarlah itu semuanya berlalu&#8230; kita bertaubat kepada Allah atas semua itu&#8230; Masih ada kesempatan wahai saudaraku&#8230;</em></p>
<p><em>Kita tatap sisa usia kita dengan ketaatan kepada Allah&#8230; Dia-lah Dzat Yang Maha Pengampun dan Penyayang&#8230; Mengampuni setiap dosa kesalahan anak manusia&#8230; Menyayangi setiap setiap hamba-Nya yang mau bertaubat kepada-Nya&#8230;</em></p>
<p><em>Jadikanlah dunia ini sebagai tampat menanam&#8230; Menanam tanaman amal&#8230; yang kelak akan tiba waktu petik&#8230; dan nasib setiap orang akan tergantung dengan buah yang dia petik..</em></p>
<p><em>Bukanlah kami merasa sok suci dengan tulisan ini&#8230; kami sama dengan Anda wahai saudaraku.. atau bahkan Anda jauh lebih baik dari kami.. kita sama&#8230;. sama-sama berjalan menuju Allah&#8230; Tulisan ini adalah untuk kami sendiri&#8230; namun barangkali dan siapa tahu bisa Anda ambil manfaatnya&#8230;</em></p>
<p><em>Washallallahu ‘ala Nabiyina Muhammad</em></p>
<p><em>[hnf - Buletin Taushiyah, Al Mustaqim, SKI Teknik Kimia, UGM] </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=284&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/02/23/saudaraku-apa-yang-anda-cari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/02/119445263_f1dfd1f8d2.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/02/119445263_f1dfd1f8d2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">119445263_f1dfd1f8d2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38b84379ae44b23cf3a89161f2a7a935?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifnurfauzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.flickr.com/51/119445263_f1dfd1f8d2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">journey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Luasnya Ampunan Allah</title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/01/19/luasnya-ampunan-allah-2/</link>
		<comments>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/01/19/luasnya-ampunan-allah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 07:34:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanifnurfauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah di antara kita yang belum pernah terjerumus dalam gelapnya dosa dan maksiat??? Seluruh manusia tidak akan terlepas dari dosa dan kesalahan, bagaimanapun tinggi kedudukannya. Nabi Adam ‘alaihi salam telah melakukan dosa, anak keturunannya pun juga akan mengikutinya. Rasulullah shallallahu &#8230; <a href="http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/01/19/luasnya-ampunan-allah-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=277&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/repentance-forgiveness.jpg"><img title="repentance-forgiveness" src="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/repentance-forgiveness.jpg?w=300&#038;h=219" alt="" width="300" height="219" /></a></p>
<p>Siapakah di antara kita yang belum pernah terjerumus dalam gelapnya  dosa dan maksiat??? Seluruh manusia tidak akan terlepas dari dosa dan  kesalahan, bagaimanapun tinggi kedudukannya. Nabi Adam <em>‘alaihi salam</em> telah melakukan dosa, anak keturunannya pun juga akan mengikutinya.</p>
<p><span id="more-277"></span>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bercerita tentang kisah Nabi Adam, beliau mengatakan,<em> </em></p>
<p><strong>فَجَحَدَ آدَمُ فَجَحَدَتْ ذُرِّيَّتُهُ وَنَسِىَ آدَمُ فَنَسِيَتْ ذُرِّيَّتُهُ وَخَطِئَ آدَمُ فَخَطِئَتْ ذُرِّيَّتُهُ</strong></p>
<p><em>“Adam telah melanggar larangan Allah, maka anak keturunannya pun juga akan melanggar larangan Allah. Adam </em><em>telah lupa, maka anak keturunannya pun juga akan lupa. Ada</em><em>m telah berbuat dosa, maka anak keturunannya pun juga berbuat dosa” </em><em>(</em><em>HR. Tirmidzi, </em><em>hasan shahih</em><em>)</em></p>
<p>Bisikan syaitan senantiasa dihembus-hembuskan di telinga anak Adam.  Jeratan syubhat dan rayuan syahwat senantiasa membayangi setiap langkah  kehidupan manusia. Hingga tidak akan ada sosok manusia yang suci dari  dosa dan kesalahan. Dosa sudah menjadi watak dan tabiat manusia,  Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em><em> </em>bersabda<em>,</em></p>
<p><strong>وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ  اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ  فَيَغْفِرُ لَهُمْ</strong></p>
<p>“<em>Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak  pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan mengganti kalian dengan  mendatangkan suatu kaum yang kemudian </em><em>kaum tersebut berbuat dosa, kemudian mereka meminta ampun kepada Allah, dan Allah akan mengampuni mereka” </em><em>(</em><em>HR. Muslim)</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Wahai, Hamba Allah&#8230; Kesempatan itu Masih Ada&#8230;</strong></p>
<p>Salah satu bukti kasih sayang Allah <em>Ta’ala </em><em>kepada hamba-Nya, Allah membuka pintu ampunan dan taubat bagi seluruh hamba-Nya. Allah Ta’ala</em><em> </em>berfirman (yang artinya),</p>
<p><strong>قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ  لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ  جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ</strong></p>
<p>“<em>Katakanlah, wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap  diri-diri mereka sendiri, Janganlah kalian putus asa terhadap rahmat  dari Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa, sungguh Dialah  Dzat </em><em>Yang Maha Pengampun </em><em>lagi Maha Penyayang” </em><em>(</em><em>QS. </em><em>Az Zumar : 53)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Allah </em><em>Ta’ala</em><em> mengampuni setiap dosa seorang hamba, jika hamba tersebut bertaubat kepada Allah, dengan taubat yang hakiki. Bahkan, Allah </em><em>Ta’ala</em><em> mengampuni dosa yang paling besar sekalipun, yaitu dosa syirik, selama  orang tersebut ikhlas bertaubat kepada Allah. Bukankah para Sahabat </em><em>radhiyallahu &#8216;anhum, </em><em>dahulunya  adalah orang-orang yang tenggelam dalam lumpur kemusyrikan, tenggelam  dalam kubangan dosa dan kemaksiatan. Namun, dengan sebab taubat mereka  Allah </em><em>Ta’ala</em><em> pun mengangkat kedudukan mereka.</em><em> </em><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Rasulullah</em><em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, bersabda dalam hadits <em>qudsy</em>, Allah <em>ta’ala </em>berfirman (yang artinya),<em> </em></p>
<p><strong>يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ  وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِى أَغْفِرْ لَكُمْ</strong><strong> </strong></p>
<p><em>“Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di siang  dan malam hari, dan Aku akan mengampuni seluruh dosa, maka minta  ampunlah kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni dosa-dosa kalian” </em><em>(HR. Muslim)</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sebaik-baik manusia bukanlah manusia yang suci dan bersih dari dosa  dan kesalahan, karena memang tidak ada orang yang bisa demikian.  Lihatlah sabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, <em> </em></p>
<p><strong>كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ</strong><strong> </strong></p>
<p><em>“Setiap anak Adam pasti sering melakukan dosa dan kesalahan, dan  sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang yang rajin bertaubat”. </em>(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, <em>hasan</em>)</p>
<p>Tidak terbayangkan bagaimana keadaan bumi ini, seandainya Allah <em>Ta’ala </em>membalas  setiap dosa yang diperbuat oleh manusia saat ini dengan hukuman secara  langsung dari-Nya. Sebagaimana Allah telah menenggelamkan kaumnya Nabi  Nuh <em>‘alaihissalam</em>. Demikian pula Allah telah kirimkan angin  kepada kaum ‘Aad, sebagaimana pula Allah telah balikkan bumi ini dan  Allah kirimkan bebatuan kepada kaum Nabi Luth <em>‘alaihissalam</em>. Sungguh, betapa besar kasih sayang Allah<em> Ta’ala </em>kepada umat Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em><em> </em></p>
<p><strong>Bersegera dalam Bertaubat</strong></p>
<p>Salah satu tipu daya Iblis kepada Bani Adam adalah dengan menjadikan  dosa yang dilakukan seolah-olah adalah kecil dan remeh. Akhirnya, hal  itu membuat manusia menunda-nunda taubatnya kepada Allah <em>T<em>a’ala</em></em>. Ketahuilah, wahai hamba Allah, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabada,</p>
<p><strong>إنَّ الْعَبْدَ إذَا أذْنَبَ ذَنْبًا كَانَتْ نُكْتَةٌ  سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فإنْ تابَ مِنْهَا صُقِلَ قَلْبُهُ، فإنْ زَادَ  زَادَتْ فَذلكَ قَوْلُ اللهِ:( كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا  كَانُوا يَكْسِبُونَ</strong><strong> </strong></p>
<p><em><strong> “</strong>Sesungguhnya seorang hamba, ketika berbuat  dosa, maka pada hatinya akan tertinggal setitik noda hitam, jika dia  bertaubat dari dosanya, maka hatinya akan dibersihkan dari noda hitam  tersebut, namun apabila dia terus menambah dosanya, maka noda hitam  tersebut pun semakin bertambah, demikianlah Allah ta’ala firmankan :  “Sekali-kali tidak, bahkan apa yang mereka lakukan tersebut akan  menutupi hatinya (surat Al Muthafifin : 14)” </em><em>(HR. Tirmidzi, dari Sahabat Abu Hurairah)</em></p>
<p>Semakin bertumpuk dosa yang dia lakukan, seiring dengan itu akan  semakin gelap hatinya, hingga hatinya menjumpai kebinasaan. Inilah  sebesar-besar kecelakaan dan musibah, <em>wal ‘iyadzubillah</em><em>!</em> Apabila hatinya sudah binasa, apa lagi yang bisa diharapkan dari  kehidupan ini??? Sedangkan kehidupan yang hakiki tidak lain adalah  kehidupan hati. <em>Nas’alullaha al ‘afiyah…</em></p>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), <em> </em></p>
<p><strong>وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ</strong></p>
<p><em>“</em><em>Bersegeralah menuju ampunan dari Rabb kalian dan menuju  surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi  orang-orang yang beriman” </em><em>(</em><em>QS. </em><em>Ali ‘Imran : 133)</em><em>. </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Wahai hamba Allah, bersegeralah dalam bertaubat sebelum Allah  mendatangkan adzab yang di kala itu taubat seorang hamba tidak diterima  lagi. <em>Berlarilah&#8230;</em> menuju Allah sebelum Allah <em>Ta’ala </em>menerbitkan matahari dari arah barat (baca: kiamat). Ingatlah sabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, <em>“Barang siapa</em> <em>yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka Allah akan menerima taubatnya”</em>(HR. Muslim). Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> pun telah bersabda, <em>“Sesungguhnya  Allah Azza wa Jalla, akan menerima taubat seorang hamba selama nyawanya  belum sampai ke kerongkongannya (baca: sakaratul maut)”</em>(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, <em>Hasan</em>)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jujurlah dalam Bertaubat&#8230;</strong></p>
<p>Taubat memiliki syarat-syarat. Setidaknya ada tiga syarat taubat jika dosa tersebut berupa pelanggaran terhadap hak Allah <em>Ta’ala. </em><strong>Pertama</strong>: Seseorang dikatakan bertaubat dari sebuah dosa jika dia berhenti mengerjakannya. <strong>Kedua</strong>:  Taubat tidak akan pernah ada tanpa diawali dengan rasa penyesalan.  Seandainya seorang yang bertaubat tidak menyesali dosa yang dia lakukan,  maka hal ini menunjukkan bahwa dirinya ridha dan menikmati dosa  tersebut. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> telah bersabda, <em>“Penyesalan adalah taubat” </em>(HR. Ibnu Majah, <em>Shahih</em>)<strong>. Ketiga : </strong>Bertekad  kuat untuk tidak mengulangi dosa tersebut pada kesempatan yang lain.  Seluruh persyaratan ini sangat memerlukan keikhlasan dan kejujuran dalam  bertaubat.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Lihatlah Orang-orang Sholeh Terdahulu&#8230;</strong></p>
<p>Sungguh betapa sombongnya diri kita, seandainya kita enggan memohon ampun kepada Allah <em>Ta’ala</em>. Orang-orang sholeh terdahulu adalah orang yang selalu membasahi lisan mereka dengan istighfar.</p>
<p>Lihatlah kepada penghulu orang sholeh, yaitu Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>,  manusia yang paling bertaqwa kepada Allah, manusia yang telah diampuni  dosanya, baik yang telah lalu atau yang akan datang, manusia yang telah  dijanjikan kepadanya surga dengan berbagai kenikmatannya. Namun bersama  dengan itu, beliau adalah manusia yang senantiasa memohon ampunan  kepada-Nya. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,<em> </em></p>
<p><strong>وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً</strong></p>
<p><em>“Demi Allah, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali” </em><em>(HR. Bukhari dari Sahabat Abu Hurairah)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Siapakah di antara kita yang tidak mengenal Abu Bakr As Shiddiq </em><em>radhiyallahu &#8216;anhu</em><em>? Manusia terbaik setelah Rasulullah </em><em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em><em>. Dengan segenap kebesaran yang dmilikinya, beliau mengatakan kepada Rasulullah </em><em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em><em> </em><em>“Wahai  Rasulullah, ajarkan kepada diriku sebuah doa, yang doa tersebut akan  aku baca dalam setiap sholatku”, Rasulullah mengatakan,”Katakanlah, <strong>Allahuma  inni dzolamtu nafsi dzulman kabiran laa yaghfiru dzunuba illa anta,  faghfirli maghfiratan min ‘indika, innaka anta alghafur ar rahim</strong>”  (Ya Allah, sungguh aku telah mendzolimi diriku sendiri, dengan  kedzaliman yang sangat besar, tidak ada yang bisa mengampuni diriku  melainkan Engkau, maka ampunilah diriku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan  sayangilah diriku, sungguh Engkau adalah Dzat yang Maha Pengampun dan  Maha Penyayang) </em><em>(HR. Bukhari-Muslim)</em><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Lantas di manakah posisi diri kita jika dibandingkan dengan beliau-beliau?? Apakah kita merasa lebih baik dari pada Rasulullah </em><em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em><em> dan juga para Sahabat?! </em><em>Hanya kepada Allah kita memohon taufik dan hidayah&#8230; </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em><strong>Namun, Janganlah Kita Lupa&#8230;</strong></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Saudaraku, dengan membaca risalah singkat ini, bukan berarti kita  boleh meremehkan dosa dan pelanggaran kepada aturan-aturan Allah.  Sampai-sampai sering kita mendengar kalimat “</em><em>Aahh gakpapa</em><em> </em><em>berbuat</em><em> </em><em>dosa, nanti juga akan diampuni kok&#8230;, Allah kan Maha Pengampun&#8230;?!!”. </em><em>Lupakah kita dengan firman Allah </em><em>Ta’ala </em><em>(yang artinya), </em><em> </em></p>
<p><strong>اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</strong><strong> </strong></p>
<p><em>“Ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Keras Siksaannya dan (ketahuilah) bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” </em><em>(QS. Al Maidah : 98)</em><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Allah </em><em>Ta’ala </em><em>adalah Dzat yang Maha Pengampun  dan Penyayang bagi orang yang bertaubat dan kembali kepada-Nya dengan  ikhlas dan tulus. Kita wajib meyakini hal ini dengan keyakinan yang  kokoh. Namun jangan sampai lupakan, bahwa Allah </em><em>Ta’ala </em><em>adalah Dzat yang Maha Keras siksaan-Nya bagi orang-orang yang mendurhakai Allah </em><em>Ta’ala. </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Dengan berbekal keyakinan inilah, niscaya akan tumbuh <strong>rasa takut</strong> dalam hati seorang hamba. Rasa takut terhadap siksaan dan ancaman dari Allah. Dan akan berkembang <strong>rasa harapan</strong> terhadap janji ampunan dan pahala dari Allah (</em><em>Lihat</em><em> </em><em>Taisir Karimirrahman</em><em>)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Hasan Al Bashri </em><em>rahimahullahu </em><em>pernah berkata, </em><em>“Sungguh  sifat seorang mukmin adalah mengumpulkan antara amalan baik (sholeh)  dan rasa takut (kepada Allah Ta’ala seandainya amalan tersebut tidak  diterima), sedangkan sifat orang munafik adalah mengumpulkan antara  amalah buruk (kemaksiatan) dan rasa aman (dari siksa dan ancaman Allah)”</em><em>(dikutip dari </em><em>Tsamaratul Ilmi Al Amalu</em><em> karya Syaikh Abdurrazzaq al-Badr) </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Ya Rabb kami, sungguh kami telah mendzolimi diri kami,  seandainya Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, maka sungguh  kami pasti menjadi orang-orang yang merugi” Wa shallallahu ‘ala Nabiyina  Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam…</em></p>
<p><em> </em><em>[Hanif Nur Fauzi]</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=277&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2011/01/19/luasnya-ampunan-allah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/01/sajadah-ervakurniawanwordpresscom.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2011/01/sajadah-ervakurniawanwordpresscom.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sajadah-ervakurniawanwordpresscom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38b84379ae44b23cf3a89161f2a7a935?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifnurfauzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/repentance-forgiveness.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">repentance-forgiveness</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOWNLOAD : Nasehat Musibah Merapi 2010</title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/10/31/download-nasehat-musibah-merapi-2010/</link>
		<comments>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/10/31/download-nasehat-musibah-merapi-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 01:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanifnurfauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Dengarkanlah&#8230;. Renungilah&#8230; Saudaraku&#8230; Ustadz Afifi Abdul Wadud di Masjid Pogung Raya&#8230; Sabtu, 30 Okt 2010 Silakan Download di link berikut : http://www.archive.org/download/NasehatMusibahMerapi/Ust.Afifi-sabtu20101030.mp3<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=264&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengarkanlah&#8230;. Renungilah&#8230; Saudaraku&#8230;</p>
<p><a href="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/10/merapi2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-265" title="merapi2" src="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/10/merapi2.jpg?w=300&#038;h=183" alt="" width="300" height="183" /></a></p>
<p>Ustadz Afifi Abdul Wadud</p>
<p>di Masjid Pogung Raya&#8230;</p>
<p>Sabtu, 30 Okt 2010</p>
<p>Silakan Download di link berikut :</p>
<p><a title="Kajian Nasehat Musibah Merapi" href="http://www.archive.org/download/NasehatMusibahMerapi/Ust.Afifi-sabtu20101030.mp3" target="_blank">http://www.archive.org/download/NasehatMusibahMerapi/Ust.Afifi-sabtu20101030.mp3</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=264&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/10/31/download-nasehat-musibah-merapi-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
<enclosure url="http://www.archive.org/download/NasehatMusibahMerapi/Ust.Afifi-sabtu20101030.mp3" length="9663878" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.archive.org/download/NasehatMusibahMerapi/Ust.Afifi-sabtu20101030.mp3" length="9663878" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.archive.org/download/NasehatMusibahMerapi/Ust.Afifi-sabtu20101030.mp3" length="9663878" type="audio/mpeg" />
	
		<media:thumbnail url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/10/merapi21.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/10/merapi21.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">merapi2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38b84379ae44b23cf3a89161f2a7a935?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifnurfauzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/10/merapi2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">merapi2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khoirul Hadyi Hadyu Muhammadin Shallallahu ‘alahi wa sallam (2)</title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/15/khoirul-hadyi-hadyu-muhammadin-shallallahu-%e2%80%98alahi-wa-sallam-2/</link>
		<comments>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/15/khoirul-hadyi-hadyu-muhammadin-shallallahu-%e2%80%98alahi-wa-sallam-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 14:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanifnurfauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulilah, washolatu wa salam ‘ala nabiyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa man waalahu…. Apabila kita memaknai kalimat syahadat Asyhadu an Laa ilaha illallahu, dengan makna “Laa ma’buda bi haqin illa allahu” (Tidak ada sesembahan yang berhaq di sembah dengan benar &#8230; <a href="http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/15/khoirul-hadyi-hadyu-muhammadin-shallallahu-%e2%80%98alahi-wa-sallam-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=250&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/serene-nature-walk-trail.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-251" title="serene-nature-walk-trail" src="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/serene-nature-walk-trail.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Alhamdulilah, washolatu wa salam ‘ala nabiyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa man waalahu….</p>
<p>Apabila kita memaknai kalimat syahadat <em>Asyhadu</em> <em>an Laa ilaha illallahu, </em>dengan makna <em> “Laa ma’buda bi haqin illa allahu” (Tidak ada sesembahan yang berhaq di sembah dengan benar kecuali Allah)</em>, maka kita pun juga memaknai kalimat <em>“Asyahadu anna Muhammadan Rasulullah” </em>dengan makna <em>“Laa matbu’a bi haqin illa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam” (Tidak ada sesuatu yang berhaq diikuti secara total/mutlaq kecuali Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam )</em>.</p>
<p>Tidaklah kita mendahulukan perkataan seseorang di atas sabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, </em>meskipun dia adalah seorang imam, syaikh kibar, wali ataupun julukan-julukan lainnya…</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>.</p>
<p><strong>لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ</strong></p>
<p><em>“Tidak ada ketaatan dalam hal kemaksiatan (kepada Allah), sesungguhnya ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf” (Hadits riwayat Bukhory, dari shahabat Ali bin Abi Tholib)<span id="more-250"></span></em></p>
<p><strong>[Sunnah Rasulullah <em>shallallahu 'alaihi wa sallam</em> Adalah Wahyu dari Allah]</strong></p>
<p><strong> </strong>Allah ta’ala berfirman,</p>
<p><strong>وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى  إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى</strong><strong></strong></p>
<p><em>“Dan tidaklah dia (Muhammad) mengatakan sesuatu dari hawa nafsunya, melainkan dari wahyu yang diwahyukan oleh Allah kepada dirinya” (An Najm : 3-4)</em></p>
<p>Apa yang ditunjukkan oleh Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> adalah suatu kebenaran yang muthlak, tidak diragukan lagi. Suatu ketika shahabat Abdullah bin ‘Amr bin Ash <em>radhiyallahu &#8216;anhu </em> datang kepada Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan berkata,</p>
<p><strong>يا رسول الله أكتب عنك ما سمعت ؟ قال : نعم قلت : في الغضب و الرضى ؟ قال : نعم فإنه لا ينبغي لي أن أقول في ذلك إلا حقا</strong><strong></strong></p>
<p><em>“Wahai Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, apakah aku harus mencatat apa yang aku dengar dari dirimu? Beliau mengatakan, Iya. Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash mengatakan, Apakah selurunya aku catat baik engkau dalam keadaan marah ataupun ridha? Beliau mengatakan, Iya, <strong>karena sesungguhnya tidak layak bagiku untuk mengatakan sesuatu melainkan mengatakan hanya kebenaran</strong>” (Lihat shahih Ibnu Khuzaimah, Syaikh Al Albani menilai hadits ini hasan)</em></p>
<p><strong>[Ittiba’ kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam Lahir dan Batin]</strong></p>
<p>Ittiba’ kepada sunnah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> adalah merupakan kewajiban seorang muslim. Namun perlu dicermati bahwa ittiba’ kepada Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tidak hanya terbatas seseorang memajangkan jenggotnya, lalu dia kenakan jubah panjang di atas mata kaki dan memakai tutup kepala. Memang benar bahwa diantara perkara-perkara yang kami sebutkan tadi sebagiannya adalah perkara wajib, namun perlu dipahami bahwa ittiba’ kepada Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> adalah meliputi aspek lahir dan batin.</p>
<p>Ittiba’ kepada Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> harus menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam perkara aqidah, akhlak, mu’amalaat maupun dalam perkara ibadah. Tidak kita katakan, ittiba’ kepada Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> di sebagian perkara, namun ternyata meninggalkan ittiba’ dalam perkara=perkara yang lainnya. Bahkan mungkin kita meninggalkan perkara yang jauh lebih penting dan lebih utama.</p>
<p>Semisal contoh adalah kewajiban untuk memanjangkan jenggot. Sudah tidak ragu lagi bahwa ini merupakan perkara yang wajib bagi seoarang laki-laki muslim. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p><strong>خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ</strong></p>
<p><em>“Selisihilah orang-orang musyrik, lebatkanlah jenggot kalian dan pangkaslah kumis-kumis kalian” (Hadits riwayat Bukhori, dari shahabat Abdullah bin Umar)</em></p>
<p>Bukanlah maksud kami untuk meremehkan dan menganggap kecil kewajiban yang satu ini. Namun yang menjadi masalah adalah jika kita semangat dalam memanjangkan jenggot, akan tetapi bersamaan dengan itu kita melalaikan perkara aqidah. Yakni aqidah tauhid yang karena tujuan tersebut lah Allah <em>ta’ala</em> menciptakan manusia dan jin, dan karena itulah Allah mengutus para Rasul-Nya dan Allah  menurunkan kitab-kitab-Nya.</p>
<p><strong>[Tauhid adalah Perkara Awal]</strong></p>
<p>Allah <em>ta’ala </em>berfirman,</p>
<p><strong>وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ</strong></p>
<p><em>“Dan sungguh kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul, (untuk menyerukan) sembahlah Allah saja, dan jauhilah thaghut” (An Nahl : 36)</em></p>
<p><em> </em>Demikianlah para rasul terdahulu, termasuk Nabi kita Muhammad <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, beliau diutus oleh Allah ke muka bumi ini dalam rangka menegakkan tauhid, menyeru manusia untuk menyembah hanya kepada Allah dan memperingatkan manusia dari kesyirikan.</p>
<p>Allah <em>ta’ala</em> befirman,</p>
<p><strong>قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ</strong></p>
<p><em>“Katakanlah, sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintah, dan aku termasuk orang yang pertama menyerahkan diri” (Al An’aam : 162-163)</em></p>
<p>Tauhid adalah perkara yang paling penting dan utama dalam agama ini, sedangkan kesyirikan adalah perkara yang paling berbahaya yang mengancam agama ini, baik syirik besar ataupun syikrik kecil. Oleh karenanya Rasulullah <em>shallallahu sallam </em>berkata kepada para shahabat,</p>
<p><strong>الشِّرْكُ أَخْفَى فِيكُمْ مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ ، ثُمَّ قَالَ : أَلا أَدُلُّكَ عَلَى مَا يُذْهِبُ عَنْكَ صَغِيرَ ذَلِكَ وَكَبِيرَهُ ؟ قُلِ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا لا أَعْلَمُ</strong></p>
<p><em>“Kesyirikan itu lebih samar daripada jejak semut, kemudian Rasul bersabda, maukah kalian aku kabarkan bagaimana cara membebaskan diri dari syirik besar dan syirik kecil? Katakanlah (berdoa kepada Allah), ‘Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kesyirikan yang aku ketahui (sadari), dan aku memohon ampun atas kesyirikan-kesyirikan yang aku tidak mengetahuinya” (lihat jami’us shoghir, dishohihkan oleh Syaikh Al Albany, Asy Syamilah)</em></p>
<p><em> </em>Lihatlah bagaimana upaya Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menjaga para shahabat dari bahaya kesyirikan, baik syirik kecik ataupun syirik besar…</p>
<p><strong>[Ittiba’ dalam perkara Akhlak]</strong></p>
<p><em> </em>Ittiba’ kepada Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> pun juga mencakup ke dalam perkara akhlak. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> berwasiat kepada shahabat Mu’adz bin Jabal <em>radhiyallahu &#8216;anhu, </em></p>
<p><strong>اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَ أَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَ خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ</strong></p>
<p><em>“Bertaqwalah engkau kepada Allah dimana pun engkau berada, ikutilah keburukan (yang telah engkau perbuat) dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapus (kejelekan tersebut), dan berakhlaklah engkau kepada manusia dengan akhlak yang baik.” (Hadits riwayat Ahmad, dari shahabat Mu’adz bin Jabal)</em></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda kepada para shahabat,</p>
<p><strong>إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الذَّنْبِ أَنْ يَسُبَّ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ, . قَالُوا وَكَيْفَ يَسُبُّ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ, يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أَمَّهُ فَيَسُبُّ أَمَّهُ</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya diantara dosa yang paling besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya sendiri”, para shahabat lantas bertanya, “Bagaimana kok bisa seseorang mencela orang tuanya sendiri???”, kemudian Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang mencela ayah orang lain, maka kemudian orang lain tersebut ganti mencela ayahnya, dan seseorang mencela ibu orang lain, maka kemudian orang lain tersebut ganti mencela ibunya” (Hadits riwayat Ahmad, dari shahabat Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash)</em></p>
<p>Ini merupakan salah satu pintu dari syaitan untuk menggelincirkan manusia, yaitu menjadikan celaan kepada orang tua orang lain sebagai wasilah celaan kepada orang tuanya sendiri secara tidak langsung. Lantas bagaimanakah apabila kita secara langsung mencela orang-orang terdekat dengan kita??? Bagaimanakah jika kita langsung mencela tetangga kita dan saudara kita?</p>
<p><strong>[Diantara Akhlak Rasulullah <em>shallallahu 'alaihi wa sallam</em> adalah Menghormati Tetangga]</strong></p>
<p>Dalam musnad Imam Ahmad, terdapat kisah tantang seorang  shahabat yang berkata kepada Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, </em>shahabat tersebut mengatakan,</p>
<p><strong>يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فُلاَنَةَ تَذْكُرُ مِنْ كَثْرَةِ صَلاَتِهَا وَصِيَامِهَا وَصَدَقَتِهَا غَيْرَ أَنَّهَا تُؤْذِى جِيرَانَهاَ بِلِسَانِهَا قَالَ « هِىَ فِى النَّارِ »</strong></p>
<p><em>“Wahai Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, sesungguhnya ada seoarang wanita yang terkenal dengan banyaknya sholat malam yang dia kerjakan, banyaknya puasa dan banyaknya sedekah yang dia infakkan, akan tetapi dia sering mengganggu tetangganya dengan lisannya. Maka Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “Dia di neraka”(Hadits riwayat Ahmad, dari shahabat Abu Hurairah)</em></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p><strong>لَعَنَ اللَّهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ الأَرْضِ</strong></p>
<p><em>“Semoga Allah melaknat orang yang merubah batas-batas tanah (milik tetangganya)” (Hadits riwayat Muslim, dari shahabat Ali bin Abi Thalib)</em></p>
<p>Orang yang dengan sengaja menggeser batas-batas antara tanah milik tetangga dengan tanahnya adalah orang yang terlaknat oleh Allah <em>ta’ala. </em>Karena ini merupakan sebuah kedzaliman. Jika ini merupakan tindakan dzalim dalam urusan tanah seseorang, lantas bagaimanakah jika kedzaliman tersebut berkaitan dengan perkara kehormatan seseorang.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p><strong>إن أربى الربا استطالة المرء في عرض أخيه المسلم</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya riba yang paling berat adalah merendahkan kehormatan seseorang muslim” (Hadits riwayat Baihaqi, dari shahabat Abu Hurairah)</em></p>
<p><em> </em>Riba merupakan dosa besar, namun dalam hadits ini Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> mengabarkan ada dosa riba yang paling besar, yakni merendahkan kehormatan saudaranya sesama muslim, baik dengan <strong><em>ghibah</em> </strong>ataupun<strong> <em>namimah</em></strong>. <em>Nas’alullaha al ‘afiyah..</em></p>
<p><em>(bersambung Insya Allah…)</em></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Syaikh Ali Hasan bin Abdul Hamid Al Halaby Al Atsary -</span><strong><span style="text-decoration:underline;">حفظه الله تعالى </span></strong><span style="text-decoration:underline;"> -</span></p>
<p><em>(diterjemahkan secara ringkas dari ceramah beliau yang berjudul “Khoirul Hadyi Hadyu Muhammadin Shallallahu ‘alahi wa sallam”)</em><em> </em></p>
<p><em>***</em></p>
<p><em>Salatiga, 6 Syawal 1431 H (15 September 2010)</em></p>
<p><em>Al Faqir ila maghfiratillah, Abu Fauzan Hanif NF </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=250&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/15/khoirul-hadyi-hadyu-muhammadin-shallallahu-%e2%80%98alahi-wa-sallam-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/serene-nature-walk-trail1.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/serene-nature-walk-trail1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">serene-nature-walk-trail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38b84379ae44b23cf3a89161f2a7a935?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifnurfauzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/serene-nature-walk-trail.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">serene-nature-walk-trail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khoirul Hadyi Hadyu Muhammadin Shallallahu ‘alahi wa sallam (1)</title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/14/khoirul-hadyi-hadyu-muhammadin-shallallahu-%e2%80%98alahi-wa-sallam/</link>
		<comments>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/14/khoirul-hadyi-hadyu-muhammadin-shallallahu-%e2%80%98alahi-wa-sallam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 14:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanifnurfauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memberi taufik kepada kita untuk bisa mengenal sunnah dan petunjuk Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, dan yang telah menjadikan kita sebagai pengikut Rasulullah Al Musthofa shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Diantara sunnah dan kebiasaan &#8230; <a href="http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/14/khoirul-hadyi-hadyu-muhammadin-shallallahu-%e2%80%98alahi-wa-sallam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=245&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/jalan-lurus.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-247" title="jalan-lurus" src="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/jalan-lurus.jpg?w=300&#038;h=196" alt="" width="300" height="196" /></a></p>
<p>Segala puji bagi Allah <em>ta’ala</em> yang telah memberi taufik kepada kita untuk bisa mengenal sunnah dan petunjuk Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, </em>dan yang telah menjadikan kita sebagai pengikut Rasulullah Al Musthofa <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</em></p>
<p>Diantara sunnah dan kebiasaan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dalam setiap khutbah jumat, ceramah pengajian dan nasehat-nasehat beliau kepada para shahabat adalah senantiasa beliau memulai pembicaraan beliau dengan <em>khutbatul hajjah</em>, sebuah khutbah pembukaan yang mengandung makna yang sangat dalam.<span id="more-245"></span></p>
<p>Seandainya kita berbicara dan menggali panjang lebar tentang makna yang terkandung dalam <em>khutbatul hajjah </em>Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, tentu pembicaraan kita akan terlalu panjang dan meluas. Oleh karenanya kita hanya memilih potongan kalimat dari <em>khutbatul hajjah</em>, yaitu beliau, “<em>khairul hadyi hadyu Muhammadin shallallahu &#8216;alaihi wa sallam” (artinya : Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ).</em></p>
<p>[<strong>Ittiba’ secara Total kepada Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam</strong> ]</p>
<p>Faidah dan makna paling agung yang terkandung dalam kalimat “<em>khairul hadyi hadyu Muhammadin shallallahu &#8216;alaihi wa sallam” </em>adalah akan semakin mengokohkan pemahaman  yang shohih seorang muslim dalam memahami agama Allah <em>‘Azza wa Jalla</em>.</p>
<p>Allah <em>ta’ala </em>berfirman,</p>
<p><strong>إِنَّ هَذَا الْقُرْآَنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ</strong></p>
<blockquote><p>“<em>Sesungguhnya kitab Al Quran ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus” (Al Isra : 9)</em></p></blockquote>
<p>Hidayah sunnah merupakan bagian hidayah Al Quran. Al Quran dan As Sunnah bagaikan dua sisi uang logam, satu dengan lainnya tidak dapat terpisahkan.<sup>pent</sup> Al Quran telah memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus. Maka seseorang yang memahami makna kalimat<em> </em>“<em>khairul hadyi hadyu Muhammadin shallallahu &#8216;alaihi wa sallam” </em>tentu akan semakin menambah kecintaan dan penganggungannya kepada sunnah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, </em>dan akan semakin memperlihatkan pengaruh <em>ittiba’</em> kepada sunnah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dalam diri seseorang ataupun dalam suatu komunitas masyarakat.</p>
<p>Dari kalimat yang singkat ini pula, seorang muslim akan dapat memperlakukan manusia sebagaimana mestinya, membebaskan seorang muslim dari <em>taqlid</em> buta terhadap person-person tertentu selain Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em> dalam memahami agama Allah <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em> .</p>
<p>Imam Malik <em>rahimahullahu</em> pernah berkata di sisi makam Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>,</p>
<p><strong>ما من أحد إلا يؤخذ من قوله ويرد إلا قول صاحب هذا القبر</strong></p>
<blockquote><p>“<em>Tidaklah ada seorang pun melainkan perkataannya bisa jadi diterima atau ditolak, kecuali perkataan pemilik kuburan ini (yaitu : Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam )”</em></p></blockquote>
<p>[<strong>Pondasi Agama adalah Ikhlas dan Ittiba’</strong>]</p>
<p>Perintah ikhlas, Allah <em>ta’ala </em>berfirman,</p>
<p><strong>وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ</strong></p>
<blockquote><p><em>“Dan tidaklah mereka diperintah melainkan agar mereka beribadah kepada Allah semata dengan memurnikan agama kepada-Nya dalam jalan yang lurus, dan agar mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, demikianlah agama yang lurus.” (Al Bayinah : 5</em>)</p></blockquote>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p><strong>إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ</strong><strong> </strong></p>
<blockquote><p><em>“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niatnya, dan setiap manusia akan dibalas sesuai dengan apa yang niatkan, barangsiapa yang berhijroh ikhlas karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrohnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang berhijroh kepada dunia, atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrohnya adalah kepada apa yang dia inginkan.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari shahabat ‘Umar bin Khattab)</em></p></blockquote>
<p>Sedangkan untuk perintah ittiba’, Allah <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em> telah berfirman,</p>
<p><strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ</strong></p>
<blockquote><p><em>“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasulullah, ketika menyeru kalian kepada apa yang dapat memberikan kehidupan bagi kalian, dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kalian akan dikumpulkan” (Al Anfaal : 24)</em></p></blockquote>
<p><strong>فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</strong></p>
<blockquote><p><em>“Tidak, Demi Tuhanmu, mereka tidak lah beriman sampai mereka menjadikan dirimu hakim (pemutus perkara) dalam perkara-perkara yang mereka perselisihkan, dan mereka tidak menemukan sedikitpun rasa berat terhadap apa yang engkau putuskan, dan mereka berserah diri dengan sebenar-benarnya” ( An Nisaa : 65 )</em></p></blockquote>
<p>Ayat-ayat di atas dan ayat semisalnya adalah bukti bahwa Allah memerintahkan manusia untuk mentaati Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Hal ini semakin mewajibkan kita untuk senantiasa taat kepada Rasul, berpegang teguh dengan petunjuk beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</em></p>
<p><strong>[Ketaatan kepada Rasulullah <em>shallallahu 'alaihi wa sallam</em> adalah Kunci Hidayah]</strong></p>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman,</p>
<p><strong>مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا</strong></p>
<blockquote><p><em>“Barangsiapa mentaati Rasul, maka sungguh dia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutusmu sebagai penjaga bagi mereka” (An Nisaa : 80)</em></p></blockquote>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman,</p>
<p><strong>وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا</strong></p>
<blockquote><p><em>“Jika kalian mentaatinya (Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam) maka kalian akan mendapatkan petunjuk” (An Nur : 54)</em></p></blockquote>
<p>Ketaatan kepada Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> merupakan <strong>kunci</strong> <strong>dari pintu</strong> <strong>hidayah</strong> Allah <em>ta’ala</em>. Apalah guna kita melirik kepada perkataan si fulan, si ‘alaan, ataupun siapapun di sekitar kita, jika telah ada petunjuk dari Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. </em>Tidak ada perkataan manusia yang lebih agung daripada perkataan Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Imam Syafi’i <em>rahimahullahu</em> berkata,</p>
<p><strong>وخير الأمور السالفة علي الهدي</strong></p>
<p><strong>و شرّ الأمور المحدثة بدائع</strong></p>
<blockquote><p><em>“Sebaik-baik perkara adalah apa yang sudah ada petunjuknya dari para pendahulu</em></p>
<p><em>dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan”</em></p></blockquote>
<p>Imam Syafi’i <em>rahimahullahu</em> juga mengatakan,</p>
<p><strong>العلم ما قد كان فيه قال حدثنا</strong></p>
<p><strong>وما سوي ذاك وسواس الشياطين</strong></p>
<p><em> </em></p>
<blockquote><p><em>“Ilmu adalah apa yang di dalamnya di sebutkan ‘hadatsana’</em></p>
<p><em>dan yang selain itu adalah was-was dari syaitan”</em></p></blockquote>
<p>Tentang kewajiban ittiba’, Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p><strong>مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا ، فَهْوَ رَدٌّ</strong><em> </em></p>
<blockquote><p><em>“Barangsiapa yag beramal dengan suatu amalan yang tidak ada petunjuknya dari kami, maka amalan tersebut akan tertolak” (Muttafaqun’alaihi, dari shahabat ‘Aisyah)</em></p></blockquote>
<p>Imam Malik bin Annas<em> rahimahullahu, </em></p>
<p><strong>السُّنَّةُ سَفِينَةُ نُوحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجَا وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ</strong><em> </em></p>
<blockquote><p><em>“As sunnah adalah bagaikan perahu Nabi Nuh, barangsiapa yang menaikinya maka akan selamat, dan barangsiapa yang berpaling darinya maka akan tenggelam”</em></p></blockquote>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>[Lihatlah Generasi Shahabat… Bagaimana Mereka Mengagungkan Sunnah]</strong></p>
<p>Para shahabat adalah orang terdekat dengan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</em> Mereka sangat mengagungkan sunnah dan perintah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Marilah kita melihat bagaimana para shahabat menerima dengan dada yang lapang, terhadap apa yang diperintahkan dan yang dilarang oleh beliau.</p>
<p>Suatu ketika Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> melarang shahabat untuk melakukan sebuah perkara mu’amalat jahiliyah, yang sebenarnya mu’amalat tersebut memberikan keuntungan bagi para shahabat. Namun meskipun demikian seorang shahabat Rafi’ bin Khadij <em>radhiyallahu &#8216;anhu </em>mengatakan,</p>
<p><strong>نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَمْرٍ كَانَ لَنَا نَافِعًا وَطَوَاعِيَةُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ أَنْفَعُ لَنَا</strong></p>
<p><em>“Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah melarang kita dari suatu perkara yang sebenarnya mendatangkan keuntungan bagi diri kita, <strong>namun sungguh ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah lebih menguntungkan bagi kita</strong>.” (Hadits riwayat Muslim dari shahabat Rafi’ bin Khadij)</em></p>
<p>Demikianlah gambaran bagaimana para shahabat menerima perintah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. </em>Ini adalah salah satu kisah dari sekian banyak kisah shahabat yang menunjukkan bagaiamana pasrahnya mereka terhadap perintah dan larangan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</em><sup>pent</sup><em> </em>Mereka mendahulukan perintah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> di atas segala macam kebiasaan, hawa nafsu dan keuntungan duniawi. Demikian pula seharusnya kita…</p>
<p><em>Washallallahu ‘ala Nabiyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam… </em></p>
<p><em>(bersambung, Insya Allah)</em></p>
<p>***</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Syaikh Ali Hasan bin Abdul Hamid Al Halaby Al Atsary -</span><strong><span style="text-decoration:underline;">حفظه الله تعالى </span></strong><span style="text-decoration:underline;"> -</span></p>
<p><em>(diterjemahkan secara ringkas dari ceramah beliau yang berjudul “Khoirul Hadyi Hadyu Muhammadin Shallallahu ‘alahi wa sallam”)</em></p>
<p>Salatiga, 5 Syawal 1431 (14 September 2010)</p>
<p><strong>Penterjemah : </strong></p>
<p>Hamba yang lemah,</p>
<p>-Abu Fauzan Hanif Nur Fauzi-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=245&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/14/khoirul-hadyi-hadyu-muhammadin-shallallahu-%e2%80%98alahi-wa-sallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/black_puzzle1.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/black_puzzle1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">black_puzzle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38b84379ae44b23cf3a89161f2a7a935?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifnurfauzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/jalan-lurus.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jalan-lurus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ma&#8217;had MPR 2010-2011 (khusus putra)</title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/13/mahad-mpr-2010-2011-khusus-putra/</link>
		<comments>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/13/mahad-mpr-2010-2011-khusus-putra/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 09:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanifnurfauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[(Tahun I) &#8211; KHUSUS PUTRA- Waktu Pendidikan SEMESTER 1 : 1o Oktober 2010 – 25 Desember 2010 ( terhitung 11 Pekan ) Waktu Pendidikan SEMESTER 2 : 1 Maret 2011 – 27 Mei 2011 (terhitung 13 Pekan) Periode Pendaftaran : &#8230; <a href="http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/13/mahad-mpr-2010-2011-khusus-putra/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=216&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong><a href="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/pamflet-mahad-mpr.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-257" title="Pamflet Ma`had MPR" src="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/pamflet-mahad-mpr.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a><br />
</strong></p>
<p><strong>(Tahun I) &#8211; KHUSUS PUTRA-</strong></p></blockquote>
<ul>
<li><strong>Waktu Pendidikan SEMESTER 1 : </strong></li>
</ul>
<p>1o Oktober 2010 – 25 Desember 2010 ( terhitung 11 Pekan )</p>
<ul>
<li><strong>Waktu Pendidikan SEMESTER 2 : </strong></li>
</ul>
<p>1 Maret 2011 – 27 Mei 2011 (terhitung 13 Pekan)</p>
<ul>
<li><strong>Periode Pendaftaran :</strong></li>
</ul>
<p>18 September &#8211; 1 Oktober 2010</p>
<ul>
<li><strong>Ujian Masuk</strong></li>
</ul>
<p>2 Oktober 2010 (Gelombang I)</p>
<p>9 Oktober 2010 (Gelombang II)</p>
<ul>
<li><strong>Brifing Awal dan Pengumuman Penerimaan</strong></li>
</ul>
<p>09.00 – 11.30 / 10 Oktober 2010</p>
<ul>
<li><strong>Waktu dan Tempat Belajar Pelajaran</strong></li>
</ul>
<p>o   Tempat           : Masjid Pogung Raya</p>
<p>o   Waktu             :</p>
<p>-       Aqidah                   : Malam (Malam Sabtu, Ba’da Isya)</p>
<p>-       Fiqih                        : Malam (Malam Ahad, Ba’da Isya)</p>
<p>-       Bahasa Arab          : Jumat Pagi dan Ahad Pagi</p>
<p>-       Tahsin Quran         : Malam (dibicarakan dengan pengajar)</p>
<p>o   Durasi                         : 75 menit</p>
<ul>
<li><strong>Materi Belajar</strong></li>
</ul>
<p>o  Aqidah                   :<em> Kitab tauhid Sy. Fauzan (terjemah)</em></p>
<p>o  Fiqih                       :<em> Tematik</em></p>
<p>o  Bahasa Arab          : “<em>Nahwu-Sharaf dan Baca Kitab” (2 kali sepekan)</em></p>
<p>o  Tahsin Quran        :<em> Pedoman Dauroh Al Quran (2 kali sepekan)</em></p>
<ul>
<li><strong>Biaya</strong></li>
</ul>
<p>o  Biaya Pendaftaran             : Rp 10.000,- (akan dikembalikan jika tidak lulus ujian)</p>
<p>o  Biaya Pendidikan                : Rp 20.000,- / bulan (tidak termasuk buku panduan)</p>
<p><strong>Contact Person           : 0856 4327 4922 (Hanif Nur Fauzi)</strong></p>
<p><strong>Pendaftaran : via SMS juga bisa<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=216&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/13/mahad-mpr-2010-2011-khusus-putra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/ss-5322817-puzzlepiece2.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/ss-5322817-puzzlepiece2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ss-5322817-puzzlePiece</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38b84379ae44b23cf3a89161f2a7a935?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifnurfauzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/pamflet-mahad-mpr.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Pamflet Ma`had MPR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>abu_fauzan_hanif_nf</title>
		<link>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/13/hanif-nur-fauzi/</link>
		<comments>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/13/hanif-nur-fauzi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Sep 2010 22:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanifnurfauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifnurfauzi.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah&#8230; Semoga Allah ta&#8217;ala menjadikan media ini sebagai media silaturahmi dan media ketaatan kepada-Nya&#8230; -Abu Fauzan Hanif Nur Fauzi-<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=207&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah&#8230; Semoga Allah ta&#8217;ala menjadikan media ini sebagai media silaturahmi dan media ketaatan kepada-Nya&#8230;</p>
<p>-Abu Fauzan Hanif Nur Fauzi-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifnurfauzi.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifnurfauzi.wordpress.com&amp;blog=7314991&amp;post=207&amp;subd=hanifnurfauzi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifnurfauzi.wordpress.com/2010/09/13/hanif-nur-fauzi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/tali-allah.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://hanifnurfauzi.files.wordpress.com/2010/09/tali-allah.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tali ALLAH</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38b84379ae44b23cf3a89161f2a7a935?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifnurfauzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
