Nama dan Sifat Allah Tidaklah Terbatas

Di antara kaum muslimin saat ini, khususnya di negara kita, ada yang berkeyakinan bahwa nama dan sifat Allah subahanhu wa ta’ala terbatas dengan bilangan tertentu. Di antara mereka ada yang berkeyakinan bahwa jumlah nama Allah subhanahu wa ta’ala hanya ada 99 nama, ada yang berkata 20 nama dan ada juga menetapkan 23 nama. Benarkah keyakinan ini?

 

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, permasalahan mengenai nama dan sifat Allah merupakan perkara tauqifiyah, artinya tidak ada tempat bagi akal seseorang untuk berijtihad menentukan nama dan sifat Allah. Tidaklah kita menetapkan nama dan sifat bagi Allah, melainkan dengan apa yang telah Allah tetapkan bagi diri-Nya, baik berdasarkan Al Quran Al Kariim maupun berdasarkan dengan apa yang dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Nama dan sifat Allah adalah termasuk dalam perkara ghaibiyah, sehingga seseorang tidak akan bisa mengetahui dan menerka-nerka dengan akal dan pikiran semata. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”[1]

 

Tidaklah kita menetapkan nama dan sifat bagi Allah melainkan dengan apa yang Allah telah tetapkan bagi diri-Nya subhanahu wa ta’ala, tidaklah kita menafikan nama dan sifat bagi Allah melainkan dengan apa yang Allah nafikan bagi diri-Nya, dan tidaklah kita memberikan batasan bagi nama dan sifat Allah, jika Allah tidak membatasi nama dan sifat-Nya. Inilah yang seharusnya dilakukan seorang muslim untuk memahami nama dan sifat bagi Allah subhanahu wa ta’ala.

 

Dalil yang Menunjukkah bahwa Nama Allah Tidak Terbatas

1.   Dalil Pertama

Ibnul Qayim rahimahullah menjelaskan,

“Sesungguhnya nama-nama yang baik bagi Allah tidaklah dibatasi oleh batasan dan bilangan tertentu, karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala masih merahasiakan nama-nama-Nya yang ada dalam ilmu ghaib di sisi-Nya. Nama-nama tersebut tidak diketahui oleh malaikat yang terdekat dengan Allah sekalipun dan tidak diketahui oleh nabi yang diutus-Nya.”[2]

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

….أسألك بكل اسم سميت به نفسك، أو أنزلته في كتابه، أوعلّمته أحدا من خلقك أو استأثرت به في علم الغيب عندك ….

Aku memohon kepada-Mu dengan perantara seluruh Nama yang dengannya Engkau namai Diri-Mu, Nama yang Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu, Nama yang Engkau ajarkan kepada salah satu diantara makhluk-Mu dan juga Nama yang Engkau sembunyikan pengetahuannya dalam ilmu ghaib di sisi-Mu….”.[3]

 

Berdasarkan hadist tersebut, Ibnul Qayim rahimahullah menjelaskan, “Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan nama-nama-Nya menjadi tiga jenis. Pertama, yaitu nama-nama yang Allah menamakan dirinya dengan nama tersebut dan Allah memberitahukan nama-nama tersebut kepada para malaikat yang dikehendaki-Nya. Nama jenis pertama ini tidak Allah kabarkan dalam Kitab-Nya. Kedua, nama-nama yang dikabarkan oleh Allah kepada hamba-Nya dalam Kitab-Nya yang mulia. Nama-nama ini diketahui oleh para hamba-hamba-Nya. Dan yang ketiga, nama yang Allah bersendirian (dalam pengetahuan-Nya) tentang nama tersebut dalam ilmu ghaib di sisi-Nya, dan tidak ada satu pun dari hamba-Nya yang mengetahui nama-nama tersebut”.[4]

2.   Dalil Kedua

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda dalam hadist yang terkenal dengan hadist syafa’at,

….ويلهمني محامد أحمده بها لا تحضرني الآن, فأحمدهبتلك المحامد, أخرّ له ساجدا….

“….Akan diilhamkan kepadaku (pada hari kaimat), pujian-pujian (kepada Allah), yang pada saat ini aku tidak memuji dengan pujian tersebut. Aku akan memuji Allah dengan pujian-pujian tersebut, dalam keadaan aku bersungkur sujud kepada Allah,….”[5]

 

Pujian kepada Allah ini adalah berupa pujian dengan nama dan sifat Allah subhanahu wa ta’ala. Hadist ini menunjukkan bahwa ketika hari kiamat, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam akan bersungkur sujud kepada Allah subhanahu wa ta’ala, di bawah ‘Arsy Allah subhanahu wa ta’ala. Kemudian Allah akan mengilhamkan kepada Rasulullah berbagai pujian berupa nama dan sifat-Nya yang belum pernah ada seorang pun yang memuji Allah dengan pujian tersebut. Artinya, Allah masih memiliki nama-nama selain yang Allah kabarkan dalam Al Qur’an Al Kariim. Pujian berupa nama-nama tersebut saat ini belum ada seorang hamba pun yang mengetahuinya, bahka Rasulullah pun tidak mengetahui nama-nama tersebut, dan Allah akan ilhamkan nama-nama tersebut kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kelak pada hari kiamat.

 

Syubhat di Kalangan Kaum Muslimin tentang Adanya Batasan Bagi Nama dan Sifat Allah subhanahu wa ta’ala

 

Sebagian kaum muslimin membatasi nama-nama Allah dengan bilangan 99, dengan berdalil dengan hadist Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

إن لله تسعة وتسعين اسماً مائة إلا واحداً من أحصاها دخل الجنة

 “Sesungguhnya Allah memiliki 99 Nama -seratus kurang satu- yang apabila seseorang menjaganya niscaya dia masuk Surga.[6]

 

Hadist di atas adalah hadist yang shahih dengan kesepakatan para ‘ulama ahli hadist. Akan tetapi menjadikan hadist tersebut sebagai dalil untuk membatasi nama-nama Allah hanya berjumlah 99 nama, adalah suatu kekeliruan.

 

Ibnu Hazm rahimahullah wa ghofarallahu pun salah dalam memahami hadist ini. Beliau berpendapat bahwa adanya batasan bilangan untuk nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala. Beliau berkata, ”Seandainya Allah subhanaahu wa ta’ala memiliki nama selain 99 nama tersebut, maka perkataan Rasulullah seratus kurang satu” menjadi perkataan yang sia-sia (tidak ada bermakna). Pendapat Ibnu Hazm ini diselelisihi oleh pendapat jumhur ‘ulama. Jumhur ‘ulama berpendapat bahwa tidak adanya batasan bagi nama-nama Allah subhanaahu wa ta’ala. Mereka memahami bahwa pembatasan yang disebutkan dalam hadist Abu Hurairah adalah berkaitan dengan janji yang diberikan bagi orang yang menjaga nama-nama tersebut.  Sehingga kalimat “jika seseorang menjaganya”, menjadi penyempurna yang memiliki kaitan makna dengan kalimat sebelumnya”.[7]

 

Syaikh Al‘Alaamah Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadist tersebut tidaklah menunjukkan pembatasan bagi nama-nama Allah dengan bilangan 99. Seandainya yang dimaksudkan dari hadist tersebut adalah pembatasan bagi nama-nama Allah tentu lafadz hadist tersebut berbunyi:   

“إن أسماء الله تسعة وتسعون اسماً من أحصاها دخل الجنة”

Sesungguhnya nama-nama Allah ada 99 nama, barangsiapa yang menghafalkannya akan masuk surga.”

 

Makna yang benar yang terkandung dalam hadist tersebut adalah barangsiapa yang menjaga (menghafalkan dan memahami) 99 nama tersebut maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Sehingga bilangan 99 bukanlah menunjukkan adanya pembatasan bagi nama-nama Allah.[8]

 

Syaikh Abdur Rozaaq bin ‘Abdil Muhsin Al Badr hafidhohullahu menjelaskan hadist tersebut dengan penjelasan yang sangat bagus. Beliau menjelaskan, bahwa hadist Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tersebut adalah berupa satu kalimat utuh. Penggalan kalimat yang pertama (yaitu : sesungguhnya Allah memiliki 99 Nama -seratus kurang satu-) disempurnakan maknanya oleh penggalan kalimat yang kedua (yaitu : apabila seseorang menjaganya niscaya dia masuk surga). Artinya barangsiapa yang menghafalkan 99 nama tersebut maka orang tersebut akan masuk surga.

Hadist tersebut bukanlah terdiri dari dua kalimat terpisah, yang masing-masing penggalan kalimat memiliki makna sendiri-sendiri. Kesalahan seseorang dalam memahami hadist ini adalah seseorang memahami, bahwa hadist tersebut terdiri dari dua kalimat terpisah. Penggalan kalimat yang pertama menunjukkan pembatasan nama-nama Allah, kemudian penggalan kalimat yang kedua adalah perintah untuk menjaga (menghafalkan) nama-nama tersebut. Pemahaman seperti ini adalah pemahaman yang keliru.

 

Kemudian beliau – Syaikh Abdur Rozaaq bin ‘Abdil Muhsin Al Badr hafidhohullahu- memberikan contoh untuk memudahkan pemahaman terhadap hadist ini. Beliau menggambarkan: “Sesungguhnya saya memiliki 100 kitab yang akan saya hadiahkan kepada Anda. Apakah dengan pernyataan ini menunujukkan bahwa saya hanya memiliki 100 kitab…??? Tentu jawabanya adalah tidak. Pemahaman yang benar adalah hanya ada 100 kitab yang akan saya hadiahkan kepada Anda. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa masih tersimpan lebih dari 100 kitab di maktabah saya. Begitu juga dengan hadits Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa salam,Sesungguhnya Allah memiliki 99 Nama -seratus kurang satu- yang apabila seseorang menjaganya niscaya dia masuk Surga, hal ini juga bukan menunjukkan adanya batasan nama Allah hanya 99 nama saja”.[9]

 

Demikianlah penjelasan tentang tidak adanya batasan bilangan bagi nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala, yang kami nukilkan dari berbagai penjelasan para ulama.

 

(Abu Fauzan Hanif Nur Fauzi)



[1]Surat Al Isra’:36

[2]Faidatun Jaliilatun fi Qowa’idil Asmail Husnaa, Ibnu Qayim Al Jauziyah

[3]HR. Imam Ahmad, dalam musnadnya dan yang lainnya. Hadist ini merupakan hadist shohih, merupakan penggalan dari hadits panjang dari shahabat Ibnu Mas’ud radiyallahu‘anhu

[4] Faidatun Jaliilatun fi Qowa’idil Asmail Husnaa, Ibnu Qayim Al Jauziyah

[5] HR. Bukhari, dalam shahihnya, “Kitabut Tauhid”, Bab : “Kalamurrabi ‘Azza Wa Jalla Yaumal Qiyamati Ma’al Anbiyai Wa Ghairihim”.  (hadist no. 7510)

[6] HR. Bukhari , dalam shahihnya, “Kitabut Tauhid” (hadist no.7392) dan HR. Muslim, dalam shahihnya“Kitabut Zikr” (hadist no. 2677)

[7] Al Is’aad fi Syarhi Lum’atil I’tiqod, Syaikh Abu Musa ‘Abdur Rozaaq bin Musa Al Jazaairi

[8] Al Qowa’idul Mutslaa fi Shifatillahi wa Asmail Husnaa

[9] Diringkas dari rekaman salah satu muhadhoroh beliau – Syaikh Abdur Rozaaq bin ‘Abdil Muhsin Al Badr hafidhohullahu- ketika beliau men-syarah kitab Faidatun Jaliilatun fi Qowa’idil Asmail Husnaa karya Ibnu Qayim Al Jauziyah

One thought on “Nama dan Sifat Allah Tidaklah Terbatas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s