Korelasi antara Kemaksiatan dengan Sedikitnya Ilmu dan Lemahnya Bashiroh (Mata Hati)

Tidaklah seorang hamba melakukan perbutan maksiat melainkan dua kemungkinan :
Pertama: Seorang hamba berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dia menyangka sekiranya dirinya menaati dan mengagungkan Allah subhanahu wa ta’ala, tetap saja Allah subhanahu wa ta’ala tidak memberikan kebaikan pada dirinya, berupa harta yang halal dan lain sebagainya.
Kedua: Boleh jadi orang tersebut telah memahami bahwa yang akan dia lakukan adalah kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dia pun telah mengerti bahwa barangsiapa yang meninggalkan kemaksiatan karena Allah ta’ala, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatau yang lebih baik. Akan tetapi syahwat dan hawa nafsunya telah mengalahkan kesabarannya dan menutup akalnya.

Maka orang yang pertama adalah termasuk orang yang bodoh (tidak berilmu), dan orang yang kedua adalah termasuk orang yang lemah akal dan mata hatinya.
(Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu, dalam Al Fawaaid hal. 78)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s