Ketika Asy Syaikh bin Baaz Menangis

image

Waktu dimana Sy ibn baz menangis :

Yaitu ketika beliau menafsirkan firmn Allah taala :
“Dan ingatlah…Ketika nabi Ibrahim bersama nabi Ismail meninggikan pondasi bangunan baitullah..(atas perintah Allah)…. beliau berdoa Yaa Rabb kami terimalah amalan kami ini, sesungguhnya Engkau Maha mendengar dan Maha mengetahui…”
(Al baqarah : 127)…

Kmd syaikh ibn baaz menangis dng sangat mendalam, kurang lebih 5 mnit… kmd beliau menambahkan :
(Amalan ini, yaitu meninggikan pondasi baitullah adalah perintah yang istimewa,… Dan perintah in diembankan kpd hamba yg istimewa….amalan yg istimewa…. di tempat yg istimewa….
Namun bersama itu… nabi Ibrahim tetap meminta kepada Allah… agar Allah berkenan menerima amalan tersebut…).

Kmd syaikh ibn baaz… menangis terisak-isak… semoga Allah merahmati beliau…

cilacap/15/08/13

Advertisements

Orang-orang yang Sesat, Hati Mereka Keras..!!!


Allah ta’ala berfirman, mengkhabarkan tentang keadaan orang-orang kafir :

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آَذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

Bukankah mereka berjalan di atas muka bumi, lalu (bukankah) mereka pun memiliki hati yang mereka bisa berpikir dengannya, atau memiliki telinga yang mereka bisa mendengar dengannya. Maka sesungguhnya bukanlah mata mereka yang buta, akan tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada” (Al-Hajj : 46)

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sungguh Kami telah jadikan banyak dari penghuni neraka Jahanam dari kalangan jin dan manusia, mereka memiliki hati, akan tetapi tidak digunakan untuk memahami, dan mereka memiliki mata, akan tetapi tidak digunakan untuk melihat, dan mereka pun memiliki telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengar, mereka bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat, mereka lah orang-orang yang lalai” ( Al A’raaf : 179 )

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مّن بَعْدِ ذلك فَهِىَ كالحجارة أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً

“Kemudian setelah itu, hati kalian mengeras bagaikan kerasnya batu, bahkan lebih keras lagi (dari batu)” (Al Baqarah : 74) Continue reading

Perbaikilah Hatimu Sebelum yang Lain…


Sah dan tidaknya amalan dhohir seorang hamba, adalah ditentukan dengan benar atau tidaknya apa yang tersembunyi di dalam hati orang tersebut.

Allah ta’ala berfirman :

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Maka apakah orang-orang yang membangun bangunan (masjid) atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-Nya adalah lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh , lalu (bangunan) tersebut roboh bersama dia ke dalam neraka jahannam.”(At Taubah :109) Continue reading

Kehidupan Hati


Sesungguhnya kehidupan yang haqiqi adalah kehidupan yang dirasakan oleh hati seorang hamba, yaitu hati yang senantiasa memenuhi seruan Rabbul ‘Alaamin dan hati yang tunduk dan taat kepada-Nya.

Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasulullah, ketika menyeru kalian kepada apa yang dapat memberikan kehidupan bagi kalian, dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kalian akan dikumpulkan” (Al Anfaal : 24)

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya kehidupan yang haqiqi, yang akan memberikan manfaat kepada manusia hanyalah kehidupan yang meng-‘ijabah’-i panggilan Allah ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka barangsiapa yang hatinya tidak memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya, maka tidak ada kehidupan baginya, meskipun dia hidup namun dengan kehidupan yang serupa dengan hidupnya binatang ” (Lihat Al Fawaid, Tahqiq Syaikh Salim bin ‘Id Al Hilaly, cetakan Maktabah Ar Rusyd, hal 140) Continue reading

Hati yang Hidup, Hati yang Sakit, dan Hati yang Mati


Ketahuilah saudaraku, bahwa kedudukan hati manusia bertingkat-tingkat, ada hati yang hidup, hati yang mati dan ada hati yang sakit. Allah ta’ala berfirman

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا

“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?” (Al An’aam : 122 )

Hati yang hidup adalah hati yang ketika ditawarkan kepadanya kebatilan dan berbagai macam perbuatan keji, maka dengan kesadarannya dia akan menjauh darinya dan membenci perbuatan-perbuatan tersebut, bahkan tidak condong sedikitpun kepadanya.

Berbeda  halnya dengan kondisi hati yang mati. Sesungguhnya hati yang mati tidak akan bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu :

هلك من لم يكن له قلب يعرف به المعروف والمنكر

“Celakalah bagi mereka yang tidak memiliki hati, yaitu hati yang bisa mengenal manakah kebaikan dan manakah keburukan”

Continue reading

DUNIA DI TANGANKU,,, AKHIRAT DI HATIKU,,,

Bismillahirrahmanirrahim…

Hadirilah Kajian UMUM, di Masjid Pogung Raya berikut pamflet kajian…:

Kajian Umum di Masjid Pogung Raya

Dunia di Tanganku, Akhirat di Hatiku

Pemateri: Ustadz Zaid Susanto, Lc.
Hari, Tanggal: Sabtu, 3 April 2010
Waktu: Jam 18.30 (ba’da maghrib) – selesai
Tempat: Masjid Pogung Raya, Pogung Dalangan (utara Teknik UGM)

Khusus Putra
Terbuka untuk umum

Kontak Person:
7490294
0856 4327 4922